Merenungkan Persoalan Kota lewat Karya Seni

Agustinus Shindu Alpito    •    Sabtu, 02 May 2015 08:56 WIB
kultur
Merenungkan Persoalan Kota lewat Karya Seni
Foto: Asiknya Berendam karya Wulang Sunu / Metrotvnews.com / Agustinus Shindu Alpito

Metrotvnews.com, Jakarta: Rutinitas kehidupan kota acapkali membuat warganya tak sempat untuk merefleksikan apa yang terjadi. Sebuah siklus tanpa putus yang bisa dilihat dari berbagai perspektif, mulai dari kesempatan, siksaan, uang, pengalaman bahkan belenggu.

Persoalan di kota-kota besar agaknya tak jauh berbeda. Tetapi cara pemerintah dan warga dalam menyikapi persoalan itu bisa sangat berbeda di tiap kota. Ironisnya, pelik persoalan kota perlahan membuat warganya terasing di kotanya sendiri.

Menyikapi fenomena perkotaan, 14 perupa menggelar pameran seni bertajuk Urban Alienation di Waga Gallery, Kemang, Jakarta Selatan, pada 2-10 Mei 2015.

Para perupa yang turut serta dalam pameran ini berasal dari empat kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Semarang.

"Pameran ini mengumpulkan (perenungan) seniman yang tinggal di berbagai kota dan merasakan keterasingan dalam kota. Soal bentuk karya, ada instalasi, lukisan, rajut, semua dikembalikan ke seniman bagaimana menafsirkan isu ini," kata Edwin Prasetyo, kurator pameran, kepada Metrotvnews.com, Jumat (1/5/2015).

Edwin juga menjelaskan salah satu karya dari peserta asal Yogyakarta, Wulang Sunu. Memamerkan karya berjudul Asiknya Berendam, Wulang secara tajam mengkritisi kota Yogyakarta yang belakangan ini sangat berkompromi dengan pembangunan hotel secara masal. Isu lingkungan yang terkait dengan pembangunan itu pun terpotret dalam lukisan Wulang. Sebuah gambar sumur tampak di bagian kiri bawah lukisan, mengingatkan wacana turunnya air tanah di kota Yogyakarta yang diduga akibat pembangunan hotel besar-besaran.

Diskusi terbuka soal karya-karya yang dipamerkan bersama para perupa akan dilakukan pada hari Minggu (3/5/2015).




(AWP)