Mensos: Rumput Tetangga Selalu Tampak Lebih Hijau

Intan fauzi    •    Sabtu, 02 May 2015 12:23 WIB
tenaga kerja
Mensos: Rumput Tetangga Selalu Tampak Lebih Hijau
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSM) di Kecamatan Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara. FOTO: MTVN/Intan Fauzi

Metrotvnews.com, Sebatik: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan rumput tetangga selalu tampak lebih hijau dari rumput rumah sendiri.

Hal tersebut disampaikan kepada peserta diklat Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSM) di Kecamatan Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara.

"Kalau kita selalu lihat rumput di rumah tetangga lebih hijau," ujar Khofifah dalam pidato penutupan diklat TKSM Sebatik, di Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/5/2015).

Sebatik sebagai wilayah perbatasan daratan dengan Malaysia tak boleh kalah dengan negara tetangga. Maka dari itu, kata Khofifah, diklat TKSM diharapkan memunculkan energi positif bagi tenaga kerja demi pembangunan Sebatik.

"TKSM akan menjadi energi positif jika mereka dilibatkan dalam pembangunan Sebatik," tuturnya.

Selanjutnya menurut Khofifah, Sebatik sebagai wilayah perbatasan dengan Malaysia dapat dimanfaatkan dari segi sumber daya alamnya.

"Apa sih yang tidak bisa dijadikan sumber penyejahteraan umat di sini. Sepanjang jalan banyak tanaman sereh. Sereh ini banyak peminatnya di Tawau. Jahe juga, ada pula daun pisang. Kalau (pelatihan) ini jadi sumber energi positif maka itu dapat dimaksimalkan," paparnya.

Pelatihan bagi para tenaga kerja ini merupakan bentuk implementasi dari program NawaCita pemerintahan Jokowi-JK pada poin ke tiga tentang membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

TKSM Sebatik dijalankan oleh Balai besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) kota Banjarmasin yang mengcover wilayah Kalimantan. Diklat digelar dari 28 April hingga 2 Mei. Ada 60 peserta diklat dari lima Kecamatan dan 19 Desa dengan latarbelakang karang taruna, garda batas, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Tiga dari 60 peserta diklat berasal dari Malaysia. Acara pun ditutup dengan menyanyikan lagu nasional "Padamu Negeri".


(AHL)