Ini Alasan Novel Tolak Rekonstruksi

Desi Angriani    •    Sabtu, 02 May 2015 12:44 WIB
novel baswedan
Ini Alasan Novel Tolak Rekonstruksi
Novel Baswedan-----Ant/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Novel Baswedan, tersangka dugaan penganiayaan di Polres Bengkulu, menolak rekonstruksi kasus yang menjeratnya. Novel punya alasan tak mau ikut rekonstruksi.

Menurut kuasa hukum Novel, Muji Kartika Rahayu, ada tiga alasan yang mendasari penolakan Novel.

“Pertama, ada proses hukum yang missing jelang pelaksanaan rekonstruksi. Kedua, Novel belum diperiksa dan tidak ada BAP. Ketiga, instruksi dari presiden untuk membebaskan Novel,” kata Muji dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (2/5/2015).

Ketiga alasan itu, kata dia, membuat Novel dan kuasa hukum menolak rekonstruksi. Apalagi, berita acara pemeriksaan sebagai dasar rekonstruksi tidak ada.

"Jadi apa yang mau direkonstruksikan," imbuh dia.

Kendati demikian, rekonstruksi tetap dipaksakan penyidik Bareskrim Mabes Polri tanpa kehadiran Novel. Proses rekonstruksi imajiner itu, kata dia, begitu aneh. Bahkan polisi mencoba menunjuk pengacara di luar tim penasihat hukum Novel agar rekonstruksi ini tetap terlaksana.

"Penyidik memutuskan akan melakukan rekonstruksi tanpa Novel. Rekonstruksi imajiner ini benar-benar melanggar ketentuan hukum acara yang berlaku. Bagaimana mungkin rekonstruksi tanpa ada keterangan para tersangka," tutur dia.

Novel, diketahui, dibawa ke Bengkulu pada Jumat 1 Mei siang oleh Bareskrim Polri. Dia akan menjalani rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet pada 2004 silam saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Novel dituding terlibat dalam penganiayaan dan penembakan sang pencuri.

Kasus yang menjerat Novel terjadi saat dia menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004 lalu. Pada 2012, kasus ini diungkit kembali jelang Irjen Pol Djoko Susilo ditahan KPK terkait kasus korupsi simulator. SBY yang kala itu menjadi presiden meminta Polri menghentikan kasus Novel.

Namun saat hubungan Polri dan KPK merenggang setelah penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, Polri kembali menghidupkan kasus ini. Novel pun sempat dipanggil pada Februari lalu. Selang tiga bulan, Novel dicokok penyidik.

Adik sepupu Anies Baswedan itu ditangkap di rumahnya di kawasan Kelapa Gading Jumat dini hari pukul 00.30 WIB. Surat perintah penangkapan Novel diregistrasi dengan Nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum yang memerintahkan Bareskrim untuk membawa Novel ke kantor polisi.

Selang sembilan jam setelah diperiksa, Novel dibawa ke Mako Brimob untuk kemudian dibawa ke Bengkulu. Surat perintah penahanan Novel bernomor SP.Han/10/V/2015/Ditipidum memerintahkan agar Novel sebagai tersangka di rumah tahanan negara cabang Mako Brimob selama 20 hari terhitung 1 Mei sampai 20 Mei 2015 yang ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Pol Herry Prastowo.

Pencokokan Novel membuat Presiden Jokowi berang. Jokowi meminta Badrodin membebaskan Novel dan meminta Polri tak bertindak kontroversial.


(TII)

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

2 hours Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara deklarasi …

BERITA LAINNYA