Kubu Novel: Kapolri Ingkar Janji dan Abaikan Perintah Presiden

Desi Angriani    •    Sabtu, 02 May 2015 13:03 WIB
novel baswedan
Kubu Novel: Kapolri Ingkar Janji dan Abaikan Perintah Presiden
Novel Baswedan-----Ant/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa hukum Novel Baswedan, Muji Kartika Rahayu, menyebut Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti ingkar janji dan mengabaikan perintah presiden. Sebab, Badrodin berjanji tidak menahan Novel lebih dari 24 jam sesuai dengan perintah Presiden Jokowi.

"Janji Kapolri untuk tidak menahan Novel Baswedan lebih dari 24 Jam ternyata tidak terlaksana. Hingga pagi ini, Novel masih di Bengkulu. Perintah Presiden pun diabaikan," kata Muji melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Ia menuturkan, Novel dan tim kuasa hukumnya masih tertahan di bandara hingga pukul 09.40 WIB pagi. Proses rekonstruksi yang seharusnya dilaksanakan semalam tertunda lantaran hujan deras mengguyur Bengkulu.

Namun, reka ulang terhadap kasus yang menjerat Novel tetap dilaksanakan tanpa kehadiran Novel.

"Penyidik memutuskan akan melakukan rekonstruksi tanpa Novel. Selain itu, polisi kemungkinan hendak membawa ke Jakarta dan dari situ polisi membebaskan Novel," tutur dia.

Novel, diketahui, dibawa ke Bengkulu pada Jumat 1 Mei siang oleh Bareskrim Polri. Dia akan menjalani rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet pada 2004 silam saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Novel dituding terlibat dalam penganiayaan dan penembakan sang pencuri.

Kasus yang menjerat Novel terjadi saat dia menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004 lalu. Pada 2012, kasus ini diungkit kembali jelang Irjen Pol Djoko Susilo ditahan KPK terkait kasus korupsi simulator. SBY yang kala itu menjadi presiden meminta Polri menghentikan kasus Novel.

Namun saat hubungan Polri dan KPK merenggang setelah penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, Polri kembali menghidupkan kasus ini. Novel pun sempat dipanggil pada Februari lalu. Selang tiga bulan, Novel dicokok penyidik.

Adik sepupu Anies Baswedan itu ditangkap di rumahnya di kawasan Kelapa Gading Jumat dini hari pukul 00.30 WIB. Surat perintah penangkapan Novel diregistrasi dengan Nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum yang memerintahkan Bareskrim untuk membawa Novel ke kantor polisi.

Selang sembilan jam setelah diperiksa, Novel dibawa ke Mako Brimob untuk kemudian dibawa ke Bengkulu. Surat perintah penahanan Novel bernomor SP.Han/10/V/2015/Ditipidum memerintahkan agar Novel sebagai tersangka di rumah tahanan negara cabang Mako Brimob selama 20 hari terhitung 1 Mei sampai 20 Mei 2015 yang ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Pol Herry Prastowo.

Pencokokan Novel membuat Presiden Jokowi berang. Jokowi meminta Badrodin membebaskan Novel dan meminta Polri tak bertindak kontroversial.


(TII)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

21 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA