Batu Akik Naik Daun, Pedagang Burung Gigit Jari

Nurul Hidayat    •    Sabtu, 02 May 2015 16:52 WIB
batu akik
Batu Akik Naik Daun, Pedagang Burung Gigit Jari
Pedagang dan pecinta burung mengeluhkan ini nilai jual burung koleksinya menurun sejak batu akik naik daun. Foto: Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Mojokerto: Batu akik sedang naik daun. Namun, tidak selamanya, fenomena ini membawa keuntungan. Ada pula pihak yang dirugikan oleh ketenaran batu ini.

Seperti yang dialami Komunitas Pencinta Burung dan pedagang burung di Pasar Burung Empunala, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Pendapatan mereka berkurang pasca batu akik naik daun.

"Sebelum fenomena batu akik sehari pendapatan saya Rp300 ribu-900 ribu, namun setelah fenomena batu akik mencuat dalam satu minggu ini malah minus mas," ujar penjual burung di Pasar Burung Empunala, Arip Sunadar, Sabtu (2/5/2015).

Arip menuturkan, jika sebelum fenomena batu akik mencuat, para komunitas burung dan pecinta burung bisa memperoleh keuntungan yang berlimpah.

"Misalnya saja untuk Lovebrid kepala mas, dulu itu bisa sampai Rp800 ribu-Rp1 juta. Namun saat ini kerena fenomena akik tinggal Rp200 ribu. Begitu juga kenari yang dulu seharga Rp400 ribu, sekarang tinggal Rp100 ribu-Rp250 ribu," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Adi Siswanto salah satu anggota pecinta burung juga mendengar banyak keluhan dari para sahabatnya yang sesama pencinta burung. Mereka mengeluhkan ini nilai jual burung koleksinya menurun.

"Semenjak empat hingga lima bulan ini semua pada mengeluh akibat pergeseran fenomena dari burung menuju batu akik yang menyebabkan penghasilannya menurun," jelas Adi.


(BOB)