Polri dan KPK Sepakat Lanjutkan Kasus Novel Hingga ke Pengadilan

Desi Angriani    •    Sabtu, 02 May 2015 19:58 WIB
novel baswedan
Polri dan KPK Sepakat Lanjutkan Kasus Novel Hingga ke Pengadilan
Pimpinan KPK bersama Badrodin----MTVN/Desi Angriani

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik KPK Novel Baswedan resmi mendapat penangguhan penahanan. Namun, Pimpinan KPK harus menjamin Novel akan kooperatif hingga kasus ke pengadilan.

"Kita sepakati kasus ini sampai di pengadilan. Apakah Novel nanti bersalah atau tidak," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2015).

Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Taufiequrachman Ruki membenarkan pernyataan itu. Lembaga antikorupsi, kata dia, tak akan menghalangi proses hukum yang menjerat pegawainya.

"Kami silahkan polisi menangani hingga proses berlanjut (pengadilan). Kita jamin dia tidak lari atau menghilangkan barang bukti," timpal dia

Ruki menjelaskan, jaminan diberikan karena Novel merupakan bawahannya di KPK dan tidak bermaksud mencampuri perkara pidana.

“Sepanjang komunikasinya baik, tidak akan ada kisruh,” jelas Ruki.

Seperti diketahui, Novel dibawa ke Bengkulu pada Jumat 1 Mei siang oleh Bareskrim Polri. Dia akan menjalani rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet pada 2004 silam saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Novel dituding terlibat dalam penganiayaan dan penembakan sang pencuri.

Kasus yang menjerat Novel terjadi saat dia menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004 lalu. Pada 2012, kasus ini diungkit kembali jelang Irjen Pol Djoko Susilo ditahan KPK terkait kasus korupsi simulator. SBY yang kala itu menjadi presiden meminta Polri menghentikan kasus Novel.

Namun saat hubungan Polri dan KPK merenggang setelah penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, Polri kembali menghidupkan kasus ini. Novel pun sempat dipanggil pada Februari lalu. Selang tiga bulan, Novel dicokok penyidik.

Adik sepupu Anies Baswedan itu ditangkap di rumahnya di kawasan Kelapa Gading Jumat dini hari pukul 00.30 WIB. Surat perintah penangkapan Novel diregistrasi dengan Nomor SP.Kap/19/IV/2015/Dittipidum yang memerintahkan Bareskrim untuk membawa Novel ke kantor polisi.

Selang sembilan jam setelah diperiksa, Novel dibawa ke Mako Brimob untuk kemudian dibawa ke Bengkulu. Surat perintah penahanan Novel bernomor SP.Han/10/V/2015/Ditipidum memerintahkan agar Novel sebagai tersangka di rumah tahanan negara cabang Mako Brimob selama 20 hari terhitung 1 Mei sampai 20 Mei 2015 yang ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Pol Herry Prastowo.

Pencokokan Novel membuat Presiden Jokowi berang. Jokowi meminta Badrodin membebaskan Novel dan meminta Polri tak bertindak kontroversial. 


(ICH)