BI Rate, Kebijakan Moneter Menyasar Stabilitas Keuangan

Angga Bratadharma    •    Minggu, 03 May 2015 07:08 WIB
bi rate
BI Rate, Kebijakan Moneter Menyasar Stabilitas Keuangan
Ilustrasi Gedung BI. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memiliki kewenangan dalam menetapkan suku bunga acuan (BI Rate) apakah dinaikkan, diturunkan, atau justru tetap. Kewenangan ini sesuai dengan fungsi dan tugas BI dalam menjamin adanya stabilitas keuangan.

Kenaikan BI Rate biasanya menimbulkan banyak polemik karena efek domino dari kenaikan tersebut ialah terjadinya perlambatan bisnis pada penyaluran kredit oleh industri perbankan dan berujung pada perlambatan sektor riil yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Namun, masih banyak yang belum memahami apa itu BI Rate? Mengutip laman Bank Indonesia, Minggu (3/5/2015) dijelaskan bahwa BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh BI dan diumumkan kepada publik.

BI Rate diumumkan oleh dewan gubernur BI setiap rapat dewan gubernur (RDG) bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan BI melalui pengelolaan likuiditas di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.

Sasaran operasional kebijakan moneter dicerminkan pada perkembangan suku bunga pasar uang antar bank overnight (PUAB O/N). Pergerakan di suku bunga PUAB ini diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada gilirannya suku bunga kredit perbankan.

Dengan mempertimbangkan pula faktor-faktor lain dalam perekonomian, BI pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, sebaliknya BI akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan.


(ABD)