Andi Ajukan Keberatan Rekening Diblokir

   •    Jumat, 11 Jan 2013 11:39 WIB
Andi Ajukan Keberatan Rekening Diblokir

ANTARA/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Pemuda Olahraga Andi Alifian Mallarangeng mengajukan keberatan atas pemblokiran rekening anaknya, Gemilang Zul Mallarangeng.
   
"Hari ini kami memasukkan surat keberatan atas pemblokiran rekening saudara Gilang, anak Pak Andi yang tidak ada hubungannya dengan perkara ini," kata pengacara Andi Mallarangeng, Luhut Pangaribuan saat menemani Andi datang ke KPK Jakarta, Jumat (11/1).

Andi datang sebagai saksi untuk tersangka Deddy Kusdinar dalam penyidikan kasus korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang Jawa Barat.
   
Gemilang Zul Mallarangeng yang biasa dipangil Gilang, 22, tersebut menerima surat pemberitahuan pemblokiran rekeningnya di Bank BCA pada 2 Januari meski isi rekening tersebut hanya Rp16 juta.
   
"Pemblokiran rekening itu adalah tempat penampungan gajinya jadi sama sekali tidak relevan dengan perkara ini, sehingga mengakibatkan dia lumpuh dan tidak melakukan aktifitas," ungkap Luhut.
   
KPK pada Kamis (10/1) melalui Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan bahwa KPK memblokir rekening istri dan anak Andi Mallarangeng.
   
"Memang KPK sejak beberapa hari yang lalu telah meminta dilakukan pemblokiran terhadap rekening tersangka Pak AAM (Andi Alifian Mallarangeng), kemudian rekening istri dan anaknya, jadi tujuan pemblokiran itu agar tidak terjadi mutasi atau perpindahan dari rekening," kata Johan.
   
Pemblokiran tersebut tetap berlaku hingga ada keputusan dari hakim apakah dana dalam rekening tersebut terkait dengan Hambalang atau tidak.
   
"Kedua, pemblokiran biasa dilakukan KPK ketika sedang melakukan penyidikan, ini juga bertujuan agar jika ada vonis ganti rugi yang dibebankan kepada terdakwa atau terpidana, KPK sudah punya data mengenai rekening-rekening yang dipunyai tersangka, istri atau anaknya," ungkap Johan.
   

Johan menegaskan bahwa KPK dapat memblokir rekening siapa pun yang terkait dengan suatu kasus korupsi.
   
"Jangankan keluarga, jika ada pihak lain yang terduga, (pemblokiran) bisa dilakukan," tegas Johan.
   
Andi Mallarangeng dalam perkara ini adalah tersangka kedua, tersangka pertama adalah Pejabat Pembuat Komitmen mantan Kabiro Perencanaan Kemenpora Deddy Kusdinar, yang saat ini masih menjabat Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora.
   
Baik Andi selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Deddy disangkakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang perbuatan memperkaya diri yang dapat merugikan keuangan negara.

Sedangkan pasal 3 mengenai perbuatan menguntungkan diri dan penyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan negara.
   
Ancaman pidana dari pelanggaran pasal tersebut adalah maksimal 20 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp1 miliar.
   
Hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan mengungkapkan bahwa nilai kerugian negara karena proyek Hambalang adalah Rp243,6 miliar. (Ant/OL-10)


Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

12 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA