Hal Tak Terduga Penyebab Depresi

   •    Minggu, 03 May 2015 09:04 WIB
kesehatan
Hal Tak Terduga Penyebab Depresi
Kurang tidur dapat menyebabkan depresi (Foto:Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada umumnya, depresi disebabkan oleh beberapa faktor seperti obat-obatan, alkohol, dan penyakit mental lainnya.

Namun, tanpa disadari ada beberapa hal yang juga menjadi penyebab seseorang mengalami depresi.

1. Cuaca musim panas
Musim dingin memengaruhi sekitar 5 persen orang Amerika menjadi sedih dan depresi. Kurang dari 1 persen depresi juga menyerang saat musim panas. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak bisa menyesuaikan diri dengan musim baru.

"Alih-alih bangun dan menikmati fajar, tubuh justru sulit menyesuaikan diri yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia otak dan hormon melatonin," ulas Alfred Lewy, profesor psikiatri di Oregon Health dan Science University, Portland.

2. Merokok
Merokok telah lama dikaitkan sebagai penyebab depresi. Nikotin memengaruhi aktivitas neurotransmitter di otak sehingga juga memengaruhi dopamin dan serotonin (mekanisme kerja obat antidepresan). Menghindari rokok dapat membantu menyeimbangkan zat kimia di otak.

3. Penyakit tiroid
Ketika Anda menderita penyakit tiroid, tubuh tidak cukup menghasilkan hormon tiroid yang dikenal sebagai hypothyroidism, dan depresi adalah salah satu gejalanya. Hormon ini memiliki berbagai fungsi, tapi salah satu tugas utamanya adalah bertindak sebagai neurotransmitter dan mengatur kadar serotonin.

4. Kurang tidur
Kurang tidur tak hanya menyebabkan iritabilitas, tetapi juga bisa meningkatkan risiko depresi.

"Jika Anda tidak tidur, Anda tidak punya waktu untuk mengisi sel-sel otak, otak berhenti berfungsi dengan baik, dan salah satu dari banyak faktor yakni dapat menyebabkan depresi," kata Matthew Edlund, direktur Pusat Circadian Medicine, di Sarasota, Florida dan penulis "The Power of Rest."

5. Terlalu sering menjelajahi Facebook
Menghabiskan terlalu banyak waktu bermain Facebook juga menjadi salah satu faktor Anda depresi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terlalu sering menghabiskan waktu untuk chat room dikaitkan dengan depresi, terutama usia remaja dan praremaja.

Dalam sebuah studi 2010, peneliti menemukan bahwa sekitar 1,2 persen orang usia 16-51, menghabiskan banyak waktu untuk online, dan mereka menderita tingkat depresi lebih tinggi.

Namun, para peneliti mencatat bahwa tidak jelas apakah akses internet berlebihan menyebabkan depresi atau jika orang depresi lebih cenderung untuk menggunakan internet.

6. Pertunjukan atau film di televisi
Pada tahun 2009, beberapa penggemar film Avatar dilaporkan merasa tertekan dan bahkan bunuh diri karena dunia film itu hanya fiksi dan tidak nyata. Ada reaksi yang mirip dengan film Harry Potter.

"Orang-orang mengalami kesusahan ketika mereka sedang menonton terutama untuk persahabatan," kata Emily Moyer-Guse, Ph.D., asisten profesor komunikasi di Ohio State University.

7. Tempat tinggal
Studi menunjukkan bahwa orang yang tinggal di perkotaan memiliki tingkat depresi lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di pedesaan. Hal ini karena orang yang tinggal di kota memiliki aktivitas otak lebih tinggi sehingga mengalami stres hingga menimbulkan depresi.

8. Terlalu banyak pilihan
Anda pasti selalu dihadapkan oleh banyak pilihan terutama saat memilih barang-barang tertentu. Rupanya saat menghadapi banyak pilihan, seseorang bisa mengalami depresi karena kegiatan memilih merupakan hal yang melelahkan. (Ningtriasih/Huffingtonpost)


(ROS)