Kisah di Balik Sindiran Carcass kepada Jokowi

Agustinus Shindu Alpito    •    Minggu, 03 May 2015 16:20 WIB
carcass band
Kisah di Balik Sindiran Carcass kepada Jokowi
Carcass (Foto:YouTube)

Metrotvnews.com, Jakarta: Melalui Facebook, Carcass menjuluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) "Death metal poser." Julukan itu dilontarkan karena Carcass menentang hukuman mati terhadap terpidana narkoba.

Julukan sindiran dari Carcass itu lalu menimbulkan kontroversi (baca di sini). Pembicaraan mengenai sikap Carcass kian menjadi karena band asal Inggris itu akan tampil di acara Sonic Fair yang digelar di Auditorium Ancol Beach City, Jakarta Utara, Minggu (3/5/2015).

Mereka dijadwalkan tampil pada pukul 21.00 WIB dalam festival musik rock dan rock ini.

Revision Live selaku promotor Sonic Fair, menceritakan duduk persoalan yang menghebohkan netizen itu.

"Kami sudah bertemu Carcass. Itu jokes mereka, jokes orang Inggris. Mereka bingung kenapa orang Indonesia terlalu menjadikan hal ini masalah," kata Krisna, perwakilan Revision Live.

Ravel, salah satu perwakilan Revision Live lainnya, sudah mengonfirmasi insiden Facebook‎ langsung kepada Carcass. DIa menyebutkan, sebutan "poser" dilontarkan karena Jokowi dinilai tidak mengindahkan kecaman internasional terkait hukuman mati terpidana narkoba.

"Jeff Walker itu kenal baik sama Barney (Mark 'Barney' Greenway, personel Napalm Death). Waktu di Australia, mereka ketemu karena tur bareng dan ngobrolin masalah ini. Barney bilang ke Jeff kalau dia sudah bikin surat dan enggak direspons," beber Ravel.

Jeff pun kepada Ravel menceritakan bahwa asal mula ketidaksetujuan hukuman mati diterapkan karena hukuman mati menurut dia bukan solusi.

Jeff merasa jika Jokowi penggemar Napalm Death, seharusnya dia menghayati lirik-lirik yang mengedepankan kemanusiaan.

Status Facebook "Death metal poser" diunggah Jeff saat dirinya berada di Bali.

"Carcass habis dari Australia, mereka terus tinggal di Bali (selama) enam hari (sebelum Sonic Fair)," kata Krisna.
(ROS)