Liga Indonesia Mentok, Menpora Mengajak Bangkit

Kautsar Halim    •    Minggu, 03 May 2015 16:39 WIB
liga indonesia
Liga Indonesia Mentok, Menpora Mengajak Bangkit
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) berolahraga senam. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Imam Nahrawi untuk membekukan PSSI tetap tidak bisa diganggu gugat. Meski, saat ini PSSI sudah menghentikan Liga Indonesia 2015, Imam tetap berharap seluruh pihak yang terkait bisa mendukungnya dan menggulirkan kembali seluruh kompetisi tersebut.

“Ini merupakan momentum dan babak penting bagi kami untuk membenahi sepakbola. Mudah-mudahan FIFA memahami niat dan tekad kami memperbaiki prestasi sepak bola Merah Putih. Klub-klub sepak bola di tanah air juga mau bekerja dan bergerak bersama menuju perbaikan,” tutur Imam dalam rilis Kemenpora yang diterima Metrotvnews.com.

PSSI melalui rapat Exco yang digelar kemarin, Sabtu (2/5), akhirnya memutuskan untuk menghentikan seluruh kompetisi sepak bola yang berada di bawah naungannya, tak terkecuali Liga Indonesia 2015. Menurut PSSI, seluruh kompetisi musim tersebut dinyatakan selesai dan seluruh perangkat yang berada di dalamnya, termasuk pemain, klub, wasit, dll, juga akan dihentikan aktifitasnya.

Imbasnya pembekuan PSSI, kata Hinca Pandjaitan selaku Wakil Ketua Umum PSSI, Indonesia nantinya bisa mendapat sanksi dari FIFA, yaitu terisolasi dari seluruh event sepak bola internasional karena ditangani oleh organisasi tidak independen. Ditambah lagi, lanjutnya, pihak klub dan seluruh perangkat lainnya yang sudah tergabung dengan PSSI akan sulit diajak bekerjasama.

Mendapati PSSI yang yang tetap kukuh akan pendiriannya, Imam tetap berpendapat momen ini adalah situasi yang tepat untuk perubahan sepak bola tanah air. Sudah saatnya sepakbola nasional ditangani oleh orang-orang yang bersih, kredibel, serta dikelola secara profesional.

“Saya tahu pembinaan olahraga tidak bisa instan, memperbaiki prestasi tidak seperti membalikan telapak tangan. Butuh waktu, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Pengelolaan sepak bola harus benar dan memberikan harapan. Singkirkan mereka yang telah mengelola sistem dan pola pembinaan dengan kelakar bahwa mendatangkan malaikat pun sepak bola nasional tidak akan berprestasi. Bangsa ini harus punya visi dan optimisme. Saatnya sepak bola dikelola oleh orang-orang yang menempatkan prestasi sepak bola Merah Putih di atas segalanya,” tandas pria yang akrab disapa Cak Imam tersebut.

 


(KAU)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

8 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA