900 Ribu Pelajar Pesantren di Jawa Timur Tak Diakui Pemerintah Pusat

Amaluddin    •    Minggu, 03 May 2015 21:52 WIB
900 Ribu Pelajar Pesantren di Jawa Timur Tak Diakui Pemerintah Pusat
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (Foto: Antara/EricIreng).

Metrotvnews.com, Surabaya: Sebanyak 900 ribu pelajar pesantren di Jawa Timur tidak diakui pemerintah. Ironisnya, pemerintah pusat menempatkan mereka pada kategori buta huruf.

"Padahal 900 ribu itu sejatinya bisa menulis dan membaca, bahkan pelajar di pesantren itu juga menguasai bahasa asing, yakni bahasa Arab," kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, kepada wartawan di Surabaya, Minggu (3/5/2015).

Untuk itu, pria yang biasa disapa Pakde Karwo itu berharap, pemerintah pusat lebih memperhatikan pelajar pesantren yang memiliki pendidikan Diniyah Salafiyah.

"Kami harapkan segera ada pengakuan dari pemerintah pusat terkait sistem pendidikan pesantren masuk standar pendidikan formal sehingga santri lulusan pesantren bisa disejajarkan dengan pelajar pendidikan formal lainnya," kata dia.

Pakde Karwo berjanji akan terus berusaha untuk itu. Dia mengaku Pemprov Jatim sejak beberapa tahun lalu sudah melakukan beberapa program untuk membantu Pendidikan Diniyah Salafiyah di pesantren, seperti sertifikasi guru pesantren dengan memberikan bantuan pendidikan di perguruan tinggi.

"Sampai sekarang sudah ada 9.000 guru pesantren yang sudah disekolahkan. Targetnya, kami akan bantu 10 ribu guru pesantren untuk kuliah di perguruan tinggi," tukas dia.
(DRI)