Hentikan Liga Indonesia, Strategi PSSI Cerdik

Damar Iradat    •    Senin, 04 May 2015 00:06 WIB
pssi
Hentikan Liga Indonesia, Strategi PSSI Cerdik
Sejumlah suporter tim Arema Cronus (Aremania) melakukan unjukrasa di depan Gedung DPRD, Malang,Jawa Timur, Senin (13/4). (Foto:Antara/Ari Bowo Sucipto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Liga Indonesia dan seluruh kompetisi domestik yang berada di bawah naungan PSSI akhirnya diberhentikan. Keputusan ini dinilai sebagai strategi cerdik yang diterapkan badan tertinggi sepak bola Indonesia.

"PSSI sedang memainkan strategi cerdik. Menepuk air, berharap yang terpercik semuanya. Daripada yang mati hanya Arema dan Persebaya, lebih baik dimatikan semua," ujar pengamat sepak bola, Akmal Marhali dalam acara Primetime News Metro TV, Minggu (3/5/2015).

"Ini kan karena kepengurusan PSSI di bawah La Nyalla tak diakui, kemudian pemerintah, dalam hal ini Menpora meminta supaya kompetisi tetap jalan di bawah PT Liga, sementara PT Liga berada di bawah PSSI, jadi mereka instruksikan selesaikan saja kompetisi sekarang," sambungnya.

Diberhentikannya seluruh kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI sebetulnya tak lepas dari berlakunya surat pembekuan PSSI dan adanya surat yang tidak merekomendasikan keamanan Kemenpora. Untuk itu, Akmal juga beranggapan jika keputusan yang diambil Kemenpora ibarat dua sisi mata uang.

"Di sisi lain, ada tantangan sekaligus ancaman bagi keputusan yang diambil oleh Menpora. Kondisi klub-klub ini sedang bebas, Menpora yang akan membentuk tim transisi harus bisa bagaimana mengajak klub-klub tersebut berkompetisi," papar Akmal.

"Tim transisi yang dibentuk Kemenpora ini harus bisa meyakinkan klub-klub yang ada untuk berkompetisi. Masalah dari klub-klub ini kan kebanyakan finansial, kalau seandainya tim transisi bisa menjanjikan sebuah finansial yang sehat, PSSI akan terpukul dengan sendiri, tapi kalo tidak bisa dengan sendirinya Kemenpora yang akan dipukul balik oleh klub-klub tersebut," lanjut dia.

Akmal juga meminta jika Kemenpora berkaca dari kompetisi India Super League, di mana mereka membuat kompetisi di luar dari federasi. Jika Kemenpora lewat tim transisi mampu merayu tim-tim yang berada di kompetisi Liga Indonesia untuk berkompetisi, bukan tidak mungkin nantinya PSSI sebagai federasi tertinggi sepak bola bisa dirombak habis-habisan.


(DRI)

Surat Suara Pilkada DKI Dicetak di Makassar

Surat Suara Pilkada DKI Dicetak di Makassar

50 minutes Ago

Sebuah perusahaan percetakan yang lokasinya jauh dari Jakarta menjadi pencetak surat suara Pilk…

BERITA LAINNYA