Nenek Terpidana Narkoba Asal Inggris Pasrah Hadapi Hukuman Mati

Damar Iradat    •    Senin, 04 May 2015 02:58 WIB
eksekusi mati
Nenek Terpidana Narkoba Asal Inggris Pasrah Hadapi Hukuman Mati
Terpidana mati Lindsay Sandiford. (Foto: Mirror).

Metrotvnews.com, Jakarta: Lindsay Sandiford pasrah menanti hukuman eksekusi mati pemerintah Indonesia. Nenek 58 tahun itu telah divonis hukuman mati setelah membawa narkoba jenis kokain yang ditaksir seharga 1,6 juta pounds. Dia pun telah mempersiapkan diri untuk menghadapi regu tembak yang akan mengeksekusi dirinya.

"Eksekusi memaksa saya berpikir bagaimana nanti menghadapi situasi saat waktu untuk saya telah tiba. Saya tak akan menggunakan penutup mata, bukan karena saya berani, tapi karena saya tak ingin bersembunyi lagi, saya ingin mereka melihat saya ketika mulai menembak," tutur Lindsay, seperti dikutip Mirror, Minggu (4/5/2015).

"Saya juga akan bernyanyi, tapi bukan lagu puji-pujian. Saya akan menyanyikan Magic Moments yang dinyanyikan oleh Perry Como. Saya memiliki kekasih yang biasa mengubah lirik lagu dan memainkannya hanya untuk membuat saya tertawa. Itu adalah lagu yang sering dia nyanyikan dan membuat saya mengingat waktu-waktu terdahulu," sambung dia.

Mendengar kabar eksekusi terhadap delapan terpidana narkoba, salah satunya adalah duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Lindsay merasakan kepedihan yang mendalam. Dia beranggapan jika eksekusi mati kepada dua pengedar narkoba asal Australia tersebut telah berubah dan menyentuh kehidupan banyak orang selama masa rehabilitasi.

Lindsay yang berasal dari Redcar, Teeside ditangkap di Bali 2012 lalu setelah kedapatan membawa narkoba jenis kokain. Vonis hukuman mati sendiri dijatuhkan kepada Lindsay pada tahun 2013 silam.

Jaksa Agung HM Prasetyo sendiri masih belum mau memikirkan kapan eksekusi mati tahap tiga terhadap terpidana narkoba. Namun, pemerintah Indonesia memang bertindak tegas akan terus melanjutkan hukuman eksekusi mati terhadap pengedar narkoba internasional yang membawa barang haram tersebut ke wilayah RI.

"Jangan memikirkan untuk tahap tiga. Eksekusi tepridana mati harus melihat dua aspek: teknis dan yuridis. Yuridis harus selesai dulu baru bisa dilanjut ke teknis," beber Prasetyo, beberapa waktu lalu seusai mengunjungi lokasi eksekusi mati di Pulau Nusakambangan.



(DRI)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

14 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA