Menperin Harap Pengrajin Batu Akik Sulteng Tingkatkan Kualitas

Husen Miftahudin    •    Senin, 04 May 2015 10:03 WIB
batu akik
Menperin Harap Pengrajin Batu Akik Sulteng Tingkatkan Kualitas
Menperin Saleh Husin (kanan) dan lainnya berhasil mengangkat Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu setelah membasuh tangan dengan air rendaman batu marantale - Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Parigi Moutong: Demam batu akik yang terjadi pada masyarakat Indonesia belum habis masanya. Hal ini membuat pemerintah terus mendorong agar para pengrajin batu akik, utamanya industri kecil menengah (IKM) batu permata untuk meningkatkan kualitas batu akik agar dapat memberi nilai tambah.
 
"Saya harap ke depan pengrajin batu akik Parigi (Sulawesi Tengah) terus meningkatkan kualitas batu untuk meningkatkan nilai tambah. Ini agar masyarakat semakin meminati dan bangga pada batu aji asli Indonesia," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah (Sulteng), melalui keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2015).
 
Soal batu aji, ternyata Saleh punya cerita tersendiri ketika menginjakkan kakinya di Parigi. Batu itu ialah batu akik marantale asal Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki kekuatan magis di luar nalar manusia.
 
Skenarionya, empat orang termasuk Menperin Saleh termasuk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Abu Bakar Ahmadali, mencoba mengangkat Bupati Parigi Samsurizal yang duduk dikursi. Pertama, mereka mengangkat dengan kedua jari telunjuk yang ditangkupkan, alias bukan dengan mememegang menggunakan kedua tangan yang akhirnya gagal.
 
Selanjutnya, langkah kedua, keempatnya membasuh tangan masing-masing dengan air yang merupakan rendaman batu marantale. Lama rendaman tidak lama, hanya 3-5 menit. Setelah mengambil posisi seperti langkah pertama, keempatnya siap mencoba lagi, dan akhirnya, sang bupati berhasil terangkat hingga lebih tinggi dari kursi.
 
"Kalau yang ini, marantale ini, bukan lagi mitos karena ada buktinya," takjub Saleh.
 
Menurut dia, kisah batu marantale Parigi ini menambah khasanah perbatuan Tanah Air. "Di luar soal hal-hal nalar, fenomena ini menambah daya tarik batu-batu aji di Indonesia," ujar dia.
 
Samsurizal menuturkan, keunikan batu marantale ini baru mengemuka sekitar satu bulan belakangan ini. Batu ini banyak ditemukan di desa Marantale dan Uwelolu, Kecamatan Siniu.
 
"Harga batu mentah sebelum diolah terbilang terjangkau, sebongkah batu marantale sebesar kepalan tangan ditawarkan hanya Rp80 ribu-Rp150 ribu. Harga ini bisa lebih jika ditingkatkan kualitasnya," pungkas Samsurizal.



(ABD)