Minat Kerja ke Jepang dan Korea Rendah, Ini Penyebabnya

Antara    •    Senin, 04 May 2015 11:39 WIB
tki
Minat Kerja ke Jepang dan Korea Rendah, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. MI/Bagus Suryo

Metrotvnews.com, Amuntai: Kepala Balai Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Kalimantan Selatan dan Tengah, Amin Amanullah mengatakan, minat kerja Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kalsel ke Jepang dan Korea rendah.

Seperti baru-baru ini, kata Amin di Amuntai, Kalsel, Senin, ada lowongan kerja tenaga perawat (nurse) ke Jepang, tetapi ternyata peminat asal Kalsel sangat minim. Demikian juga di Korea, ada lowongan untuk sektor usaha manufaktur namun baru delapan orang di Kalsel yang mendaftar, sementara di Pulau Jawa total yang mendaftar mencapai 47 ribu orang.

Menurut dia, orientasi bekerja ke luar negeri bagi sebagian besar masyarakat Kalimantan Selatan, hingga kini masih terfokus pada  Kerajaan Arab Saudi dan beberapa negara di Timur Tengah. "Kecenderungan bekerja di Arab Saudi ini kemungkinan dilatarbelakangi warga Kalsel yang dikenal sangat religius yang mengutamakan kerja sambil beribadah  haji atau umroh," tuturnya.

Bekerja di Arab Saudi, kata dia, memungkinkan TKI bisa leluasa melaksanakan ibadah haji atau umroh, sehingga sangat besar jumlah TKI Kalsel yang kini berada di negara tersebut. Amin mengatakan, ada juga sebagian TKI yang semula tujuannya untuk beribadah haji atau umroh, namun kemudian tertarik bekerja di sana, karena tingkat pendapatan atau keuntungan yang tinggi.

Apalagi, lanjutnya, sudah banyak warga Kalsel atau kerabat mereka yang berdomisili di Arab Saudi, sehingga semakin tertarik dan betah bekerja di sana meski statusnya sebagai TKI ilegal. Fakta tersebut, selanjutnya mendorong masyarakat lainnya terus memanfaatkan biro perjalanan haji atau umroh untuk bekerja di Arab Saudi karena prosesnya dirasakan lebih mudah.

"Sehingga banyak masyarakat Kalsel yang bekerja di Arab Saudi justru berangkat melalui biro perjalan ibadah haji atau umroh, mencapai 80 persen dari keseluruhan jumlah TKI asal Kalsel. Padahal, kata Amin, lowongan kerja ke luar negeri tidak hanya ke Arab Saudi melainkan ada pula  lowongan atau penawaran bekerja  ke negara  Thailand, Korea, Malaysia  dan Jepang.

"Gaji yang ditawarkan di negara lain juga lebih tinggi, karena lowongan kerja yang ditawarkan biasanya untuk tenaga profesi," cetusnya.

Amin mengungkapkan, selama ini terdapat disorientasi masyarakat Kalsel dengan kecenderungan bekerja di Arab Saudi saja, padahal pekerjaannya sebagai tenaga kerja rumah tangga, sedang terhadap pekerjaan profesi yang ditawarkan negara lain kurang diminati.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa tenaga TKI asal Kalsel, kata Amin, juga diperoleh alasan lain, seperti kekhawatiran menyangkut perbedaan mayoritas agama yang dianut di negara lain dan pola budaya tertentu yang dikhawatirkan bisa mempengaruhi aqidah dan keimanan dari TKI.

"Jangan takut terpengaruh budaya lain, selama kita bekerja profesional dengan integritas tinggi, Insya Allah masyarakat di sana akan menghargai dan menghormati kita," katanya.

Ahmad Jatuni warga Alabio berharap informasi lowongan kerja ke luar negeri agar bisa lebih terbuka disampaikan BP2TKI kepada masyarakat. Berikut, katanya perlu juga diinformasikan sejelas-jelasnya mengenai batasan usia, prosedural yang resmi, biaya dan pelatihan yang harus ditempuh calon TKI.


(WID)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

34 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA