Kekecewaan Investor Berimbas ke IHSG Pekan Lalu

Gabriela Jessica Restiana Sihite    •    Senin, 04 May 2015 12:03 WIB
ihsg
Kekecewaan Investor Berimbas ke IHSG Pekan Lalu
Ilustrasi. Antara/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Selama sepekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah hingga 348,9 poin. Hal itu disebabkan oleh kinerja emiten pada kuartal I yang tidak sesuai ekspektasi, sehingga membuat kekecewaan pada investor.

Kinerja emiten yang tidak sesuai prediksi itu dinilai analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe membuat para investor lokal wait and see. Sementara dia memprediksi investor asing akan berpotensi menggencarkan investasi di Tanah Air.

"Realisasinya banyak investor asing yang abu-abu. Asing dilihat nett sell, padahal nett buy. Mereka bisa beli pakai nama lokal," kata Kiswoyo kepada Media Indonesia, Senin (4/5/2015).

Dia juga mengungkapkan IHSG yang sempat mengalami koreksi pekan lalu disebabkan oleh telatnya proyek infrastruktur pemerintah yang diwacanakan terjadi pada awal tahun. Hal itu membuat sentimen positif terhadap pergerakan saham di awal tahun yang biasanya turun di setiap tahunnya. Namun, kemudian melemah karena proyek tidak juga terealisasi.

"Sebetulnya supportnya sudah dekat. Kisaran level support 4.800-4.900 dengan resisten 5.300. Karena banyak proyek yang telat, jadi banyak yang dikoreksi," cetus dia.

Kiswoyo memprediksi IHSG akan menguat jika laporan pertumbuhan ekonomi kuartal I keluar sesuai harapan investor. Tingkat inflasi yang diumumkan hari ini juga juga dinilai mampu mempengaruhi pergerakan saham di lantai bursa.

Senada, melalui laporan analisisnya, Analis dari PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG pekan lalu terperosok lantaran adanya kekecewaan investor. Hal itu membuat aksi jual marak terjadi di lantai bursa.

"Padahal, kami masih berharap imbas positif dari bursa saham global dapat membuat laju IHSG dapat membaik. Namun apa daya, volume jual yang lebih mendominasi membuat laju IHSG anjlok," ujar Reza.

Di sisi lain, penurunan popularitas Presiden Jokowi yang turun dan telah berlangsungnya eksekusi mati terpidana narkoba juga menyumbang turunnya IHSG pekan lalu. "Masih adanya rilis kinerja para emiten yang mengalami penurunan pertumbuhan, sempat melemahnya nilai tukar rupiah turut membuat IHSG semakin terhempas ke jurang," tuturnya.

Pada perdagangan di pekan depan, Reza memprediksi IHSG akan berada pada rentang support 4989-4995 dan resisten 5178-5200. Secara tren, dia menilai posisi IHSG masih akan melemah karena masih banyaknya pelaku pasar yang khawatir sekaligus kecewa.

"Namun, dengan asumsi dan harapan aksi jual akan mereda maka kami berharap agar IHSG dapat mengalami rebound meski tipis. Kita harapkan adanya rilis data-data global yang dapat positif setidaknya dapat membuat pelemahan menjadi tertahan," pungkasnya.


(WID)