AS Bela Arab Saudi Terkait Penggunaan Bom Cluster di Yaman

Willy Haryono    •    Senin, 04 May 2015 12:52 WIB
konflik yaman
AS Bela Arab Saudi Terkait Penggunaan Bom Cluster di Yaman
Asap terlihat dari lokasi pertempuran loyalis presiden Yaman dengan pemberontak Houthi di Aden -- AFP / SALEH AL-OBEIDI

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat membela diri atas penyaluran bom cluster ke Arab Saudi, yang kemudian digunakan negara Timur Tengah itu dalam menghantam pemberontak Houthi di Yaman.

Menurut laporan Human Rights Watch (HRW), koalisi pimpinan Arab Saudi menggunakan bom cluster terlarang di provinsi Saada, Yaman. HRW mengaku sudah mengumpulkan foto, video dan bukti lainnya.

"Kami sangat serius menanggapi laporan korban jiwa dari warga sipil dalam konflik bersenjata di Yaman," ucap pejabat Kementerian Pertahanan AS pada AFP, Minggu (3/5/2015).

"Kami meminta semua pihak untuk mengikuti hukum kemanusiaan internasional dan mengambil segala cara untuk meminimalisasi imbas serangan terhadap warga sipil," sambung dia.

Menurut pejabat Pentagon, Washington "menyelidiki secara berhati-hati" atas klaim HRW terkait bom cluster koalisi Arab di Yaman.

Persenjataan cluster dilarang berdasarkan perjanjian yang disepakati 116 negara pada 2008. Arab Saudi beserta rekan koalisi dan AS tidak mengadopsinya.

"Serangan udara dengan bom bluster menghantam area dengan pedesaan, membahayakan banyak warga lokal," tutur kepala persenjataan HRW, Steve Goose.

"Arab Saudi dan anggota koalisinya, serta pemasok asal AS, mencemooh standar global yang menolak penggunaan bom cluster," sambung dia.


(WIL)