Eksekusi Mati Gelombang III Tetap Prioritaskan Kasus Narkotika

Indriyani Astuti    •    Senin, 04 May 2015 15:36 WIB
terpidana mati
Eksekusi Mati Gelombang III Tetap Prioritaskan Kasus Narkotika
Jaksa Agung, HM Prasetyo. (Foto:M.Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung akan menjalankan eksekusi mati gelombang tiga dengan prioritas terpidana mati kasus narkotika. Pelaksanaan eksekusi tahap dua akan menjadi evaluasi sebagai bahan perbaikan untuk eksekusi tahap selanjut.
 
“Kami sedang memerangi narkoba habis-habisan. Tidak ada prioritas lain selain menghukum mati terpidana kasus narkoba, sekarang kalian tahun siapa yang kami prioritaskan untuk dieksekusi mati,” kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Senin (4/5/2015).
 
Prasetyo mengungkapkan untuk bahan evaluasi pelaksanaan eksekusi tahap II, Kejaksaan Agung akan meminta masukan dari Polri, Kementeri Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM sebagai bahan perbaikan. “Evaluasi secepatnya, setelah semua masukan kami terima,” imbuh dia.
 
Eksekusi terpidana mati Mary Jane ditunda karena permintaan dari pemerintah Filipina. Kesaksian Mary Jane dibutuhkan untuk mengungkap sindikat perdagangan manusia. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Spontana mengatakan pemerintah Filipina setuju, dalam memberikan kesaksian untuk pengadilan Filipina, Mary Jane menggunakan teleconfrence di Indonesia.
 
Kejaksaan Agung rencananya menyediakan tempat serta fasilitas video conference, sedangkan biaya ditanggung oleh pemerintah Filipina.
 
Sebelumnya Kejagung telah mengeksekusi delapan terpidana mati kasus narkotika pada 28 April, sedangkan dua terpidana mati yakni Mary Jane dan Serge Atlaoui asal Perancis belum dieksekusi. Serge tengah melakukan upaya hukum berupa gugatan atas penolakan grasi di PTUN, hingga saat ini belum diputus.


(FZN)