Telkomsel #TheNextDev Tantang Anak Muda Indonesia Bikin Aplikasi Keren

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 04 May 2015 16:55 WIB
telkomsel
Telkomsel #TheNextDev Tantang Anak Muda Indonesia Bikin Aplikasi Keren
Aditta Irawati saat menjelaskan apa yang dimenangkan oleh pemenang DCIC.

Metrotvnews.com, Jakarta: Telkomsel mengadakan kompetisi dengan tema The NextDev, Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia. Kompetisi ini merupakan sebuah perlombaan pembuatan aplikasi yang berhubungan dengan smart city. Ia ditujukan pada pengembang aplikasi muda, berumur antara 18 dan 30 tahun.
 
Kompetisi ini memiliki 6 sub tema, yaitu pemerintahan, kesehatan, pendidikan, UKM, pariwisata dan transportasi. Peserta dapat mengikuti kompetisi sebagai individu maupun sebagai kelompok dengan anggota maksimal berjumlah 3 orang.
 
Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengaku optimistis kompetisi ini akan diikuti banyak orang.

"Kita mungkin masih kalah dalam hal teknologi jika dibandingkan dengan negara-negara maju, tetapi saya yakin dalam hal kreativitas, kita tidak kalah," kata Ririek.  Ririek juga menyebutkan bahwa aplikasi yang muncul dalam kompetisi ini akan dapat digunakan tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di negara lain.
 
Sementara itu, Vice President Marketing Communication Telkomsel Adita Irawati menyebutkan, para pemenang akan mendapatkan 5 keuntungan yang dia sebut sebagai "5M." Yaitu Marketing Access, Marketing, Mentoring, Management Trip dan Money. Ketiga hadiah terakhir hanya akan dihadiahkan pada tim/orang yang dirasa pantas mendapatkan gelar "best of the best".
 
Dalam acara ini, Telkomsel juga mengundang Dwi Hardyanto, yang merupakan pemenang DCIC (Digital Creative Indonesia Competition) tahun lalu. Ketika itu, Dwi membuat sebuah game berjudul Ghost Battle, sebuah game tower defense di mana para hantu lokal Indonesia harus melawan hantu yang berasal dari luar negeri. Aplikasi ini menjadi pemenang karena dirasa paling unik.
 
Dwi menceritakan bahwa saat dia menang, dia berhasil mendapatkan uang sebanyak Rp20 juta rupiah. Selain itu, karena aplikasinya dianggap sebagai salah satu best of the best, maka dia diundang untuk pergi ke Amerika Serikat selama satu minggu. Di sana, dia sempat mengunjungi kantor Google, Mozilla dan YouTube.
(ABE)