Marwan Ja'far: Jangan Sampai Ada Penyelewengan Dana Desa

Mohammad Adam    •    Senin, 04 May 2015 16:43 WIB
Marwan Ja'far: Jangan Sampai Ada Penyelewengan Dana Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja'far. Foto: dokumentasi Kementerian DPDT&T.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT&T) Marwan Ja'far, menyatakan bahwa dana desa yang mulai dikucurkan Pemerintah Pusat, sudah seharusnya dapat membuat desa-desa di seluruh Tanah Air bisa berkembang dan maju. Termasuk desa-desa yang terdapat di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, yang baru saja melepaskan  status sebagai Kabupaten Tertinggal.

Dalam kunjungan kerjanya saat bertemu dengan Ulama, Bupati dan para  Kepala Desa se-Barito Kuala di Pawon Tlogo, Batola, Kalsel, Senin (4/5/2015), Marwan menegaskan bahwa dana desa bisa digunakan untuk program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya percaya, desa-desa di Batola ini bisa menggunakan dana desa untuk kemakmuran masyarakat. Jangan ada penyimpangan atau penyewengan dana desa, gunakan sesuai dengan kebutuhan dan hasil musyawarah desa. Sebab jika desa maju, daerah maju, dan Indonesia juga maju," ujar Marwan dalam keterangan tertulis.

Menurut Marwan, dari Rp20 triliun dana desa yang dialokasikan Pemerintah Pusat tahun ini, desa-desa di Batola mendapatkan alokasi sekitar Rp53 Miliar. Jadi, jika dibagi rata-rata ke 194 desa yang terdapat di Kabupeten ini, masing-masing mendapatkan sekitar Rp270juta.

"Namun, tentu saja jumlah detilnya dana yang diterima setiap desa akan berbeda karena ada empat juklak yang menjadi dasar perhitungan, yakni jumlah penduduk, luas wilayah, kesulitan geografis dan kemiskinan," kata Marwan.

Pada kesempatan ini, Bupati Batola Hasanuddin Murad berharap, Mendes tetap memperhatikan daerah yang dipimpinnya meski sudah keluar dari status Kabupaten Tertinggal. "Sebab, Batola merupakan salah satu lumbung padi Kalsel, jadi kami ingin tetap diperhatikan dan diberi bantuan walaupun bukan lagi provinsi tertinggan," katra Murad.

Mengenai munculnya banyak pertanyaan terkait besaran dana desa yang masih relatif kecil, Marwan menjelaskan bahwa tahun ini alokasi anggaran pusat lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Kebijakan ini dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi agar disparitas antar daerah tidak terlalu jauh.

"Tahun depan Insya Allah besaran dana desa akan naik. Jika tahun ini di Rp20triliun, tahun depan akan kita tingkatkan menjadi paling tidak Rp43triliun, otomatis yang diterima setiap desa juga bertambah. Secara bertahap akan terus dinaikan setiap tahun sehingga kemudian sampai pada target setiap desa mendapatkan Rp1,4triliun," papar Marwan yang juga merupakan politisi asal PKB ini.

Batola merupakan Kabupaten Kedua yang disinggahi Mendes dalam kunjungan perdana selama dua hari ke Kalsel. Sehari sebelumnya,  pembantu Presiden Jokowi ini  melakukan kunjungan dan bertemu para Kepala Desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mendapatkan alokasi dana desa Rp43 triliun.

Dari Rp20triliun dana desa dalam APBN 2015, Provinsi Kalsel yang terdiri dari 11 kabupaten, mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp501miliar. Pengucuran dana desa ini akan dilakukan oleh ke Kementerian Keuangan dalam tiga tahap sepanjang tahun ini.

Untuk pencairan dana desa tersebut, setiap desa harus sudah memiliki RPJMDes, RKPDes dan APBDes. Serta para Bupati harus segera mengeluarkan Peraturan Bupati terkait pengelolaan dana desa.

 
(ADM)

Kondisi Novanto Sehat dan Bisa Hadiri Sidang

Kondisi Novanto Sehat dan Bisa Hadiri Sidang

1 hour Ago

Lembaga Antirasuah memastikan sidang perkara korupsi KTP-el digelar hari ini.

BERITA LAINNYA