Program CSR APM

AHM dan UIN Yogyakarta Bantu Mahasiswa Difabel

Ainto Harry Budiawan    •    Senin, 04 May 2015 19:57 WIB
honda motor
AHM dan UIN Yogyakarta Bantu Mahasiswa Difabel
AHM serahkan donasi Spacy FI, buat dukung aktifitas kaum difabel di Yogyakarta. AHM

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Pusat Layanan Difabel Universitas Islam Negeri (PLD-UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengembangkan layanan mobilitas untuk mahasiswa difabel. Melalui kerja sama ini, AHM mendonasikan 1 unit sepeda motor Honda berdesain khusus untuk mendukung kegiatan belajar mahasiswa difabel, hari ini Selasa 4 Mei di Yogyakarta.

Sebagai perhatian terhadap dunia pendidikan, AHM memperluas kegiatan tanggungjawab sosialnya ke ranah pendidikan yang melibatkan para difabel. Kali ini AHM bekerja sama dengan PLD UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta sebagai organisasi kampus pertama di Indonesia yang memiliki program khusus terstruktur. Terkhusus yang membantu dan mendampingi mahasiswa difabel.

Keterbatasan fisik tidak seharusnya mengurangi hak setiap orang untuk menimba pengetahuan dan belajar secara formal di perguruan tinggi. Karena itu, pihaknya mengapresiasi komitmen dan ketulusan jajaran dosen dan mahasiswa yang aktif menjadi relawan membantu memberikan kemudahan bagi mahasiswa difabel.

"Kami terpanggil untuk dapat melakukan hal yang sama sesuai kemampuan kami. Kami harapkan donasi Honda Spacy FI berdesain khusus ini dapat meningkatkan layanan mobilitas bagi para mahasiswa difabel yang punya passion tinggi dalam study," kata Ahmad Muhibbuddin, Deputy Head of Corporate Communication AHM.

Honda Spacy FI yang didonasikan memiliki desain khusus yang mengedepankan estetika, unsur keselamatan, dan kemudahan akses bagi penumpang difabel. Di sisi sebelah kiri, ditambahkan box serbaguna dengan seperangkat kursi roda yang dapat mengangkut 1 penumpang difabel, dengan akses pintu yang memudahkan difabel naik turun, namun tetap aman dan nyaman saat motor dijalankan.

Kepala Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN, Arif Maftuhin, menyatakan di Indonesia, terutama Yogyakarta, sarana pendukung mobilitas untuk difabel masih sangat minim. Sementara di sisi lain, mahasiswa difabel membutuhkan layanan mobilitas yang layak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan akademik, apalagi jika diselenggarakan di luar kampus.

Sejak berdiri pada 2 Mei 2007, PLD pertama ini telah mengembangkan beragam layanan, antara lain pendampingan kuliah dan ujian, penyediaan komputer berpiranti screen reader Jaws, digitalisasi materi kuliah, pendampingan ujian, tes berbasis Braille, capasity building, pelatihan pengajaran inklusif untuk para dosen, pelatihan bahasa isyarat, penelitian dalam disability studies, dan penerbitan buku dan jurnal ilmiah.


(UDA)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

34 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA