Fantastis, Proyek Pembangkit 35 Ribu Mw Telan Rp1.100 Triliun

Patricia Vicka    •    Senin, 04 May 2015 20:30 WIB
proyek 35.000 mw
Fantastis, Proyek Pembangkit 35 Ribu Mw Telan Rp1.100 Triliun
Presiden Jokowi meluncurkan proyek kelistrikan didampingi Menteri BUMN, Menteri ESDM, dan Dirut PLN. Foto: Dokumentasi Humas PLN

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw) di Pantai Samas Bantul Yogyakarta. Program yang dibangun untuk menghindari krisis listrik di Indonesia ini menelan biaya mencapai Rp1.100 triliun.

"Seluruh proyek ini memakan investasi sekitar Rp1.100 triliun. Saya targetkan lima tahun harus rampung," ujar Jokowi, di Yogyakarta, Senin (4/5/2015).

Agar selesai tepat waktu, ia akan terus memantau dan mengawasi progres pembangunannya. "Saya akan terus mengawasi dan pantau progresnya sehingga 240 lokasi yang ada (pembangunan pembangkit listrik) betul-betul dibangun. Kalau ada masalah di lapangan akan langsung kita cari penyelesaiannya," tegas lelaki asal Solo Jawa Tengah ini.

Dalam pembangunan pembangkit listrik, pemerintah mengalami beberapa tantangan seperti permasalahan administrasi dalam proses pembangunan.

"Pembangkit listrik di Batang sudah empat tahun macet karena masalah administrasi. Saya kasih target empat bulan ke PLN, Menteri BUMN, Menteri ESDM dan Bupati supaya selesai, ternyata belum selesai. Saya kasih perpanjangan waktu satu bulan ga boleh mundur lagi," tuturnya.

Selain itu barang-barang untuk membangun pembangkit listrik yang masih diimport turut menambah mahal investasi pembangunan pembangkit listrik.

"Masalah kedua adalah Industri Trafo yang masih kebanyakan kita impor. Saya sudah minta ibu menteri BUMN dan bapak menteri ESDM untuk membangun industri trafo dan komponen transmisi untuk kelistrikan dalam lima tahun mendatang," ucap mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Hal ini untuk menghemat pembangunan pembangkit listrik serta memanjukan industri kelistrikan. "Silakan swasta dan investor masuk. Jika lokal konten bisa mencapai 60 persen, industri kita bisa berkembang baik," tutupnya.

Peluncuran Program Pembangunan Pembangkit listrik ini turut dihadiri oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basir, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.


(AHL)