Presiden Jokowi Resmikan PLTA Jatigede via Video Conference

Ismail    •    Senin, 04 May 2015 22:53 WIB
Presiden Jokowi Resmikan PLTA Jatigede via Video Conference
Peresmian PLTA Jatigede bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. (Foto:MTVN-Ismail)

Metrotvnews.com, Sumedang: Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan ground breaking (perataan tanah) bakal Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede. Rencana pembangunan PLTA ini berlokasi di Dusun Sanghiangbeuheung, Desa Cijeunjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa barat, melalui video conference, Senin (4/5/2015).

Saat itu, Presiden ke 7 RI, Joko Widodo sedang berada di Jogjakarta didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Melalui video conference presiden meluncurkan Program Pembangunan Pembangkit 35.000 MW, salah satunya adalah PLTA Jatigede yang baru memulai pekerjaan blasting terowongan.

Sementara, penerima video conference di Jatigede Sumedang adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, didampingi pemerintah Kabupaten Sumedang.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebutkan, peluncuran program pembangunan pembangkit 35.000 MW merupakan komitmen pemerintah dalam menjawab permasalahan bangsa dan negara untuk menciptakan kedaulatan energi.

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan Power Purchased Agreement (PPA) dan Letter of Intent (LoI) untuk EPC (engineering, procurement, construction) serta Groundbreaking beberapa pembangkit.

Sementara itu, menurut GM PLN Unit Induk Pembangunan VI, Anang Yahmadi, rencananya PLTA Jatigede akan menghasilkan 2x55 MW dengan memanfaatkan debit air dari Waduk Jatigede, Kecamatan Jatigede.

"Listrik merupakan kebutuhan utama, sehingga penyediaan listrik harus terus ditingkatkan," ujar Presiden Jokowi lewat video.

PLTA Jatigede dengan power house bertipe semi bawah tanah itu akan dioperasikan untuk memikul beban puncak produksi listrik tahunan PLTA Jatigede diperkirakan mampu menghasilkan 462,6 GWh.

Pembangunan kontrusksi PLTA akan memakan waktu masa kontruksi 43 bulan oleh kontraktor Sinohydro-PP Consortium dan dijadwalkan bisa beroperasi pada Tahun 2019. Sedangkan untuk dana pembangunan bersumber dari APLN dan Eksport Credit Agency.

"Saat ini tengah dilakukan pembangunan jalan hantar (acces road) menuju lokasi proyek sepanjang kurang lebih 7.6 kilometer," katanya.
(MEL)