Produksi Migas PHE ONWJ Naik 5,7%

Gabriela Jessica Restiana Sihite    •    Selasa, 05 May 2015 11:56 WIB
migas
Produksi Migas PHE ONWJ Naik 5,7%
Ilustrasi. Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) unit kerja PT Pertamina (Persero) yang menjadi operator di blok ONWJ membukukan jumlah produksi minyak dan gas pada 2014 sebesar 40.509 barel minyak per hari (BOPD). Angka itu meningkat 5,7 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada 2013 dengan produksi minyak sebesar 38.300 BOPD.

Menurut President/GM PHE ONWJ Jonly Sinulingga, capaian ini melampaui target sebesar 2,8 persen dari yang ditetapkan SKK Migas pada Work Program & Budget (WP&B) 2014, yakni 39.400 BOPD.

Sementara itu, produksi gas PHE ONWJ tahun 2014 mencapai 186 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang juga melampaui target WP&B 2014 sebesar 180 MMSCFD.

"Di tengah sulitnya usaha untuk mempertahankan produksi minyak dan gas bumi akibat laju penurunan alamiah minyak tahunan sebesar 17 persen, PHE ONWJ justru berhasil meningkatkan produksi minyak setiap tahun sejak 2009," ujar Jonly melalui siaran persnya, Selasa (5/5/2015).

Pada tahun lalu, PHE ONWJ menambah produksi minyak dan gas setelah lapangan UL selesai dikembangkan. Lapangan itu menyumbangkan tambahan produksi minyak dan gas bumi sebesar 2.200 BOPD dan 10 MMSCFD.

Selain lapangan UL, PHE ONWJ juga melakukan start-up lapangan GG di penghujung 2014. Lapangan GG diharapkan Jonly mampu menambah produksi gas bumi sebesar 31 MMSCFD dan 150 barel kondensat per hari (BCPD). Saat ini produksi gas dari lapangan GG telah dialirkan ke unit pengolahan bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina di Balongan.  

Meski harga minyak dunia sedang mengalami pelemahan di tahun ini, Jonly mengklaim hal itu tidak berdampak pada penurunan produksi. Tahun ini, SKK Migas telah menetapkan target produksi minyak PHE ONWJ sebesar 40.000 BOPD dan produksi gas bumi 175 MMSCFD. Realisasi hingga April 2015, PHE ONWJ mempertahankan tingkat produksi minyak di kisaran 40.200 BOPD dan gas sebesar 173 MMSCFD.

"Penyesuaian aktivitas produksi memang dilakukan dalam menghadapi situasi sulit yang melanda industri migas saat ini. Namun, PHE ONWJ tetap menjaga keamanan dan integritas fasilitas, sehingga operasi produksi migas bisa terus berlangsung tanpa ada risiko terhadap keamanan dan keselamatan pekerja dan lingkungan," tuturnya.


(WID)