Ini Jawaban Calon Bupati Sucipto soal Pemasangan Banner di Pohon

Aditya Mahatva Yodha    •    Selasa, 05 May 2015 12:09 WIB
pilkada serentak
Ini Jawaban Calon Bupati Sucipto soal Pemasangan <i>Banner</i> di Pohon
Foto: Sucipto, pengusaha keripik singkong yang mencalonkan diri sebagai bupati malang/MTVN_Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Bakal calon Bupati Malang, Sucipto menanggapi keluhan panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslu) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kabupaten Malang. Sucipto mengaku sudah mengingatkan kepada relawan agar tidak memaku spanduk (banner) di pohon.

"Sebenarnya saya sudah mewanti-wanti agar jangan dipaku di pohon karena sudah disiapkan banyak bambu dari sini untuk tiang penyangga," kata Sucipto kepada Metrotvnews.com, di kediamannya Jalan Mentaraman, Gang 7, Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (5/5/2015).

Sucipto mengaku memasang gambar dirinya berdasarkan instruksi DPD PDIP Jawa Timur. Namun, pengusaha keripik singkong itu tak dapat memantau di mana saja relawan memasang banner.

"Para relawan banyak yang mencetak ulang banner saya dan mereka begitu semangat. Sehingga ambil praktisnya saja, untuk pemasangan dengan memaku di pohon-pohon yang ada di jalan," ujarnya.

Sejumlah banner yang terpasang di pohon itu pun diturunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Meski pasrah, Sucipto meminta Panwaslu tidak hanya menertibkan banner miliknya saja.

"Mengenai penertiban banner tersebut, biar Satpol PP berhubungan dengan DPC PDIP. Karena memang yang masang itu relawan saya dan juga tim (badan pemenangan pemilihan umum) DPC. Tapi kenapa hanya gambar saya yang disoroti? Padahal banyak gambar calon bupati dan iklan lainnya itu juga pemasangannya dipaku di pohon," katanya.

Terpisah, WALHI Kabupaten Malang memprotes pemasangan banner yang dipaku di sejumlah pohon. Selain merusak tanaman, hal itu juga melanggar Peraturan Daerah (Perda).

"Seharusnya pihak Satpol PP Kabupaten Malang yang langsung bertindak untuk mencopotnya. Karena jelas melanggar Perda. Apalagi dengan cara dipaku di pohon. Jika dipasang di pohon dengan cara dipaku, menandakan tak punya modal untuk beli bambu, selain itu, tidak memiliki kepedulian lingkungan dan mengabaikan tata keindahan kota," kata Kordinator WALHI Kabupaten Malang, Purnawan Adhi Negara.


(TTD)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

40 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA