Kuburan Massal Etnis Rohingya Ditemukan di Thailand

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 May 2015 12:37 WIB
rohingya
Kuburan Massal Etnis Rohingya Ditemukan di Thailand
Kuburan massal warga etnis Rohingya (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Sebuah kuburan massal berisi 26 mayat ditemukan di Thailand. Dicurigai, kuburan massal itu berisi mayat warga etnis Rohingya.
 
Mayat-mayat yang ditemukan itu berada di rute biasa digunakan oleh warga etnis Rohingya, yang berupaya melarikan diri dari kekejaman diskriminasi Myanmar. Petugas berwenang setempat meyakini bahwa imigran Rohingya ini ditahan di tempat penampungan oleh para pedagang manusia, yang menuntut tebusan kepada keluarga para imigran.
 
Tiga warga Thailand dan seorang warga Myanmar berhasil diringkus dalam penemuan kuburan massal tersebut. Salah dari warga Thailand adalah kepala daerah dari wilayah Provinsi Songkhla dan dua kepala desa.
 
Selama ini, kelompok pemerhati HAM menuduh pejabat anggota kepolisian setempat sadar adanya praktik perdagangan manusia, di sekitar rute yang dilalui imigran Rohingya.
 
Sementara seorang warga Myanmar yang terlibat dalam kasus ini diketahui bernama Soe Naing, yang juga dikenal sebagai Anwar. 
 
"Anwar dikenal sebagai tokoh utama yang menjalankan penampungan imigran etnis Rohingya dan kerap menahan mereka untuk meminta tebusan," ujar Wakil Kepala Polisi Anuchon Chamart, seperti dikutip AFP, Selasa (5/5/2015).
 
Sebagian besar dari korban tewas yang ditemukan di tempat penampungan, diyakini tewas akibat penyakit atau kelaparan. Sementara satu orang korban yang ditemukan masih hidup mengatakan, masih banyak kuburan massal lainnya yang ada di sekitar lokasi penemuan itu.
 
Setiap tahunnya, ribuan orang diselundupkan warga etnis Rohingya diselundupkan dari Myanmar, melalui Thailand dengan tujuan Malaysia. Mereka berupaya melarikan diri dari kekerasan sektarian dan diskriminasi yang mereka alami di Myanmar.
 
Pada 2012, lebih dari 200 orang terbunuh dan menyebabkan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan yang terjadi antara warga Myanmar yang sebagian besar warga Budha dengan warga etnis Rohingya yang merupakan warga Muslim. Sejak saat itu, kekerasan anti-Muslim pun terus terjadi.



(FJR)