Operator APTB Tak Mau Ikut Pemerintah, Ahok Tebar Ancaman

Wanda Indana    •    Selasa, 05 May 2015 12:51 WIB
transjakarta
Operator APTB Tak Mau Ikut Pemerintah, Ahok Tebar Ancaman
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: MI/ Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memaksa operator bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) yang tidak mau bergabung dibawah PT TransJakarta untuk menerapkan sistem rupiah per kilo meter.
 
"Kami bayar Rp/Km mereka menolak dengan alasan rugi. Pengusaha itu menganggap Rp/Km yang kami ajukan kemurahan. Kalau mereka tak mau, ya sudah tidak usah ikut, terserah," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, operator akan rugi jika tidak bergabung. Sebab, Pemprov DKI akan melakukan ekspansi jalur TransJakarta ke daerah perbatasan.
 
"Jangan salahkan kalau kami perluas jaringan hingga ke tempat anda. Kami akan kerja sama dengan Tangerang dan Bekasi. Masyarakat cukup bayar Rp 3.500 bisa keliling kota, mereka akan pilih kami. Operator itu akan rugi kehilangan penumpang," tegasnya.
 
Ia menegaskan, Pemprov DKI akan menggaji sopir 2,5 - 3,5 kali UMP atau sekitar Rp 7 juta per bulan. Selain itu, operator yang bergabung akan diberikan bus baru dengan fasilitas kredit. “Siapa yang berani kasih gaji sopir besar ditambah tunjangan kesehatan, mereka (operator) harus hati-hati kehilangan sopir, semua pasti pindah ke kami," ujar Ahok.
 


(FZN)