WNI di Nepal Akan Dipulangkan Rabu

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 May 2015 12:56 WIB
gempa nepal
WNI di Nepal Akan Dipulangkan Rabu
Koordinasi bantuan untuk Nepal dari tim kemanusiaan Indonesia (Foto: Dok.Kemlu)

Metrotvnews.com, Kathmandu: Sebanyak 29 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Nepal, akan diterbangkan kembali ke Tanah Air. Pemulangan dilakukan setelah pesawat milik TNI AU mendapat izin mendarat.
 
"Sampai dengan saat ini, Pesawat TNI AU Boeing 737-400 belum mendapatkan ijin mendarat untuk 5 Mei 2015. Namun ijin mendarat untuk 6 Mei 2015 sudah diberikan," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (5/5/2015).

"Pesawat mendapat izin mendarat pada pukul 7.00 pagi (waktu setempat). Loading (barang) sekitar satu jam. Berarti pesawat take off sekitar pukul 8.00 pagi," lanjutnya.
 
Namun Tim Kemanusiaan Indonesia berupaya melakukan pendekatan dengan dengan otoritas Nepal agar mendapatkan izin pendaratan pesawat pesawat pada 5 Mei 2015. Tapi izin itu dapat diberikan apabila terdapat penerbangan lain yang membatalkan diri.
 
Dari 29 WNI yang akan dipulangkan, terdapat enam WNI yang telah menetap di Nepal. Beberapa dari WNI yang menetap itu dalam proses pembuatan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) karena dokumen yang mereka miliki, hilang bersama hancurnya rumah akibat diterjang gempa.
 
Sementara mengenai proses pencarian dari enam WNI yang masih belum bisa ditemukan, masih terus berlangsung. Ada laporan 120 jenazah ditemukan di wilayah Langtang, yang biasa digunakan sebagai rute pendakian pelancong asing.
 
Pihak relawan kemanusiaan Indonesia yang di dalamnya terdapat unsur DVI Polri, bergegas ke rumah sakit Tribhuvan University guna melakukan identifikasi dari 120 jenazah itu. 
 
Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Lalu Muhammad Iqbal, pagi ini tim Indonesia dari dokter BNPB, DVI Polri dan Taruna Hiking Club (THC) akan ke rumah sakit untuk lakukan identifikasi.
 
Gempa yang berkekuatan 7,9 SR di Nepal telah meluluhlantahkan kondisi setempat. Hingga saat ini 7.336 orang dilaporkan tewas dan 14.500 lainnya terluka.
 
Sementara enam WNI saat ini masih belum ditemukan. Keenam WNI tersebut termasuk tiga pendaki THC, Alma Parahita, Kadek Andana, Jeroen Hehuwat. 



(FJR)