DPR Minta Bank Exim Jadi Lembaga Pembiayaan Industri

Husen Miftahudin    •    Selasa, 05 May 2015 14:55 WIB
pembiayaan industri
DPR Minta Bank Exim Jadi Lembaga Pembiayaan Industri
Ilustrasi. Antara/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Lemahnya sektor industri dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi membuat pemerintah mencari cara untuk mendorong pengembangan industri. Permasalahan sebenarnya, lemahnya industri dalam negeri saat ini disebabkan tak tersedianya lembaga pembiayaan dari pemerintah untuk membiayai pengembangan sektor industri tersebut.

Pasalnya, untuk meminjam dana dari bank komersial membuat pelaku industri itu justru tertekan. Hal ini karena bunga pinjaman yang diterapkan oleh bank komersial sangat tinggi, sehingga pelaku industri enggan meminjam dana pada bank-bank komersial.

Melihat kondisi tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Airlangga Hartanto mengusulkan kepada pemerintah agar kewenangan Bank Export-Import (Exim) ditambah sebagai lembaga pembiayaan khusus industri. Hal ini agar industri tersebut mendapat suntikan modal yang tidak tergantung pada bunga yang tinggi.

"Salah satu terobosannya dalam waktu dekat adalah mengubah Exim Bank itu jadi bank industri. Sehingga kita tidak mulai dari awal. Di dunia ini, hampir semua bank ekspor itu terkait dengan industri," ujar Airlangga dalam Seminar Nasional Pembiayaan Investasi di Bidang Industri ditemui di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 71-72, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Dalam perjalanan Bank Exim sebagai lembaga pembiayaan industri, tambah dia, pemerintah juga harus menyuntik aset Bank Exim untuk tumbuh dan berkembang. Caranya, yakni dengan mengambil dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Injeksi tentu APBN. Karena ini kan urusannya negara, bukan korporat. Industri yang bisa dibangun itu yang pioneer, strategis, regional," papar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P Roeslani mengungkapkan, Indonesia memang saat ini harus memiliki lembaga pembiayaan khusus industri. Kendati Exim Bank baru memiliki aset Rp60 triliun, namun jika nanti dilebur untuk lembaga pembiayaan industri, pemerintah bisa menginjeksi aset tersebut.

"Jadi missed match antara jangka panjang dan jangka pendek di Exim Bank ini relatif tidak ada. Kalau bangun baru lagi bank industri akan menyita waktu, belum lagi harus melalui persetujuan DPR," pungkas Rosan.


(WID)

Jakarta Kembali ke Titik Nol

Jakarta Kembali ke Titik Nol

5 hours Ago

Di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, bangunan liar permanen dan semipermanen kembal…

BERITA LAINNYA