Waduh! Guru di Lembata Bocorkan Jawaban UN ke Siswa

Alexander P Taum    •    Selasa, 05 May 2015 15:18 WIB
ujian nasional
Waduh! Guru di Lembata Bocorkan Jawaban UN ke Siswa
Ilustrasi: MI/Palce Amalo

Metrotvnews.com, Lewoleba: Hari Kedua pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP di Lembata, Nusa Tenggara Timur, dinodai dengan ulah guru mata pelajaran yang membagikan kunci jawaban ke peserta ujian. Hal ini diakui sejumlah guru dan siswa peserta UN.

Ulah tersebut melibatkan pengawas UN, Selasa (5/5/2015).

Kepada Media Indonesia, salah seorang peserta UN pada SMP Negeri II Nubatukan mengaku telah mendapat edaran kunci jawaban oleh teman-temannya.

"Kami dapat kunci jawaban sejak hari pertama UN Bahasa Indonesia dan hari kedua UN mata pelajaran matematika. Saya terima kertas yang sudah ada kunci jawaban dari teman-teman. Setelah selesai sekolah, teman-teman
bilang kunci jawaban ini dititipkan guru untuk kami peserta UN," ujar peserta UN yang enggan menyebutkan namanya, usai mengikuti UN, Rabu (6/5/2015).

Tidak hanya itu, Media Indonesia menerima pengaduan seorang guru yang menolak bekerja sama dengan pihak sekolah untuk meloloskan kunci jawaban kepada siswa yang sedang mengerjakan soal ujian di ruang kelas.
Sang guru tersebut justru diadukan pihak sekolah kepada UPTD setempat karena menolak bekerja sama.

"Kalau yang dinilai kejujuran, saya bilang pelaksanaan UN baik SMA dan SMP di Lembata justru tidak jujur, sebab bagaimana mungkin semua pengawas UN diajak berkolusi untuk meloloskan kunci jawaban yang telah
diselesaikan guru mata pelajaran di sekolah untuk ditulis kembali oleh siswa peserta UN di kelas," kata guru yang enggan menyebutkan namanya.

"Guru mengajarkan berbuat curang hanya demi mengejar prestise, maka saya nilai ada kegagalan selama 3 tahun kita mendidik anak. Jadi saat menjadi pengawas UN, saya menyatakan menolak permintaan pihak sekolah untuk mengedarkan kunci jawaban yang sudah dikerjakan guru mata pelajaran. Ini hampir terjadi di semua sekolah. Teman-teman pengawas saya yang lain juga menyaksikan hal ini."

Menurut dia, pada saat soal UN dibawa ke sekolah dan masuk ke ruang sekretariat UN, para guru di sekolah tersebut mengambil soal. Kemudian, tiap guru mengerjakan soal sesuai mata pelajaran yang diampunya. Lalu, kuncinya diberikan kepada siswa yang siap di ruangan kelas untuk mengikuti UN.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten
Lembata, Rabu (6/5/2015) menyatakan, menerima
pengaduan wartawan untuk ditindaklanjuti.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia, Kabupaten Lembata, Yoakim Nubabaran menyayangkan praktek kecurangan dalam UN SMP justru dilakukan para guru. Padahal, Lembata mendapat predikat terjujur dalam penyelenggaraan UN SMA oleh Menteri Pendidikan, Anies Baswedan. Dia pun akan menindaklanjuti aduan tersebut.

"Sebagai Ketua PGRI dan Kepala Sekolah SMK, saya menyayangkan ada sinyalemen kecurangan UN yang justru dilakukan Guru dan Pengawas UN tingkat SMP. Padahal secara Nasional Menteri Pendidikan sudah mengakui Lembata daerah terjujur dalam pelaksanaan UN SMA/SMK. Kalau UN SMP terjadi kecurangan, kami akan tindak lanjuti informasi ini sebab yang dinilai dalam UN adalah nilai-nilai kejujuran," ujar Nubabaran.

 


(BOB)

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

1 hour Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara deklarasi …

BERITA LAINNYA