Efektivitas Satgas Pemberantasan Korupsi Diragukan

Indriyani Astuti    •    Selasa, 05 May 2015 15:38 WIB
satgas antikorupsi
Efektivitas Satgas Pemberantasan Korupsi Diragukan
Gedung KPK (Foto:Yogi Bayu Aji)

Metrotvnews.com, Jakarta: Efektivitas Satuan tugas (Satgas) pemberantasan korupsi yang dibentuk Kejaksaan Agung, Komisi Pemberatasan Korupsi dan Kepolisian diragukan. Sebab, dalam menangani perkara korupsi, ketiga lembaga hukum itu sudah memiliki Surat Kepakatan Bersama (SKB) pada 2012.
 
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Laola Easter mengatakan, pemerintah hanya perlu memaksimalkan peran dan fungsi satgas yang sudah ada. Kejaksaan Agung sudah mempunyai satgas sendiri yang menangani perkara korupsi yang kinerjanya perlu dievaluasi.
 
“Penanganan perkara korupsi antarlembaga sudah diatur dalam SKB, tinggal menjalankannya saja. Tidak perlu bentuk satgas lagi. Efektefitas satgas gabungan ini seperti apa?,” kata Lola ketika dihubungi Media Indonesia, Selasa (5/5/2015).
 
SKB dengan Nomor KEP-049/A/J.A/03/2012 tentang Optimalisasi Pemberantasan Korupsi ditandangani oleh Mantan Jaksa Agung Basrief Syarief, mantan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, dan Ketua KPK non aktif Abraham Samad.
 
Dalam SKB itu sudah diakomodir terkait kewenangan masing-masing lembaga agar tidak saling tumpang tindih, selain itu didalamnya juga diatur koordinasi dan supervisi agar lebih efektif memberantas korupsi.
 


(FZN)