Insentif Pajak tak Sejalan dengan Sektor Industri

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 05 May 2015 16:46 WIB
pajak
Insentif Pajak tak Sejalan dengan Sektor Industri
Ilustrasi -- FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) tentang fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu atau di daerah ternyata tidak sejalan dengan peningkatan kontribusi sektor industri pengolahan bagi perekonomian Indonesia.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan, aturan serupa sebenarnya sudah pernah dilakukan. Namun ternyata tingkat pertumbuhan PDB dari industri pengolahan selalu lebih kecil dari tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Pola dari laju pertumbuhan ini tidak konsisten. Polanya zig-zag naik turun. Tidak ada pola khas ketika ada peraturan pemberian insentif pajak," ujarnya di Warung Bejo, Jalan Tebet Barat Dalam Raya No 128, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Akhmad menambahkan, insentif pajak pada industri perlu ada upaya untuk transparansi penarikan pajak. "Iya memang pengembangan indusrti mencakup banyak hal. Keringanan pajak diberikan kepada mereka yang bayar pajak, kepada mereka yang mau membagi datanya," sambungnya.

Namun begitu, menurut Akhmad jumlah perusahaan yang mengajukan permohonan pengurangan pajak hanya sedikit. Alasannya karena alasan klasik bagaimana pengusaha bisa membayar pajaknya secara manipulatif.

"Pengusaha lebih suka bayar pajak secara tradisional dengan bayar pajak lebih kecil dari yang seharusnya dibayarkan kepada pemerintah," pungkas dia.


(AHL)

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

12 hours Ago

Djarotberjanji akan memperbesar puskesmas dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga.

BERITA LAINNYA