Israel Bantah Laporan Kekejaman Perang Gaza 2014

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 May 2015 16:56 WIB
israel
Israel Bantah Laporan Kekejaman Perang Gaza 2014
Prajurit Israel dituduh asal tembak saat perang 2014 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Pemerintah Israel membantah laporan mengenai perang dengan Hamas pada 2014 lalu. Menurutnya laporan itu tak ada bukti.
 
Laporan yang dikeluarkan oleh kelompok Breaking the Silence ini menyebutkan prajurit Israel yang diperintahkan untuk melepaskan tembakan ke Gaza, meski tanpa terlihat keberadaan pejuang Hamas.
 
"Sayangnya, sejak lama Breaking the Silence menolak memberikan bukti dari klaim mereka kepada militer (IDF)," ujar pihak militer Israel, seperti dikutip IBTimes, Selasa (5/5/2015).
 
"Pola ini menunjukkan sikap berseberangan dengan klaim mereka. Tindakan ini menunjukkan organisasi tersebut bermaksud tidak memiliki niat untuk memperbaiki kesalahan yang mereka tuduhkan," lanjut pihak militer Israel.
 
Namun pendiri Breaking the Silence Yehuda Shaul mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat kepada kepala staf militer Israel pada 23 Maret. Surat itu dimaksudkan untuk melakukan pertemuan.
 
"Kami sudah menjelaskan. Pihak kami sangat bersedia untuk berbagi bukti, begitu jadwal pertemuan sudah ditetapkan. Tetapi kami tidak pernah mendapatkan tanggapan," jelasnya.
 
Breaking the Silence yang mendapatkan donor dana dari Kementerian Luar Negeri Swiss dan Kedutaan Besar Norwegia, mengumpulkan kesaksian dari lebih 60 prajurit veteran perang Israel. Mereka mendesak dilakukan penyelidikan ke dalam yang dilakukan kepada petinggi militer di Israel.

Sekitar 2.256 warga Palestina tewas dalam pertempuran yang berlangsung antara Juli-Agustus 2014 tersebut. Sementara 1.563 yang tewas adalah warga sipil dan dari sisi Israel yang tewas 66 orang prajurit serta lima orang warga sipil.

(FJR)

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

Janji Djarot Buat Warga Kalimati Jakarta Barat

12 hours Ago

Djarotberjanji akan memperbesar puskesmas dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan warga.

BERITA LAINNYA