Tuntas, Penggeledahan TPPI Berlangsung Selama 5 Jam

Husen Miftahudin    •    Selasa, 05 May 2015 19:30 WIB
korupsi migas
Tuntas, Penggeledahan TPPI Berlangsung Selama 5 Jam
Kantor TPPI, Selasa (5/5/2015). Foto: Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menggeledah ruangan kantor PT Trans-Pacific Petrochemichal Indotama (TPPI) di Mid Plaza, Jakarta Pusat. Penggeledahan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang dengan pidana pokok korupsi.

Menurut salah seorang pegawai yang enggan menyebutkan namanya, penyidikan tersebut rampung sekitar pukul 18.30 WIB. Menurutnya, penggeledahan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

"Sudah selesai. Kalau masuknya (penyidik), sekitar jam 1 siang tadi," papar dia.

PT TPPI merupakan perusahaan modal asing yang bergerak di bidang industri petrokimia. Produk perusahaan tersebut diekspor hingga ke Kanada, Amerika Serikat, dan Eropa. Perusahaan tersebut dikenal bermasalah. Pabrik TPPI di Tuban, Jawa Timur, sempat berhenti beroperasi sekitar dua tahun, yakni sejak Desember 2011.

PT Pertamina kemudian menyuntikkan dana melalui skema tolling agreement mulai 20 November 2013. Suntikan dana itu berakhir pada 20 Mei 2014.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri mengklaim sedang mengusut kasus korupsi dengan kerugian negara sekitar USD156 juta (sekitar Rp2 triliun). Penyidik sudah menetapkan tersangka. Detail kasusnya masih dirahasiakan.

"Tersangkanya sudah di kantong. Kalau tidak ada tersangka, tidak bisa kami sidik. Dari pemerintah ada, tidak mungkin hanya salah satu pihak (swasta)," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Victor Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Dia mengatakan itu sebelum berangkat ke Gedung Mid Plaza lantai 33-35 di Jakarta Pusat dan ke Kantor SKK Migas di Jakarta Selatan untuk mencari barang bukti terkait kasus besar yang ia maksud. "Kasusnya tindakan pencucian uang, predikat crime-nya korupsi," cetusnya.

Victor sedikit membocorkan, pihak swasta menjual minyak mentah namun uang hasil penjualan tidak masuk ke kas negara. Pejabat SKK Migas harus tanggung jawab karena tahu si penjual bermasalah namun kontraknya diteruskan.

"TPPI (Trans Pacific Petrocemical Indotama) menjual condesat tapi uangnya tidak ada. Sudah tahu tidak dibayar, tetap saja kontrak dilanjutkan," tambah Victor.

Victor menjelaskan, kasus ini terjadi rentang waktu 2008-2011. Penyidik Bareskrim sudah meminta bantuan BPK dan PPATK untuk menghitung kerugian dalam kasus ini.


(KRI)