Kemenperin Akui Kredit UMKM Industri Masih Terbatas

Husen Miftahudin    •    Selasa, 05 May 2015 21:59 WIB
umkm
Kemenperin Akui Kredit UMKM Industri Masih Terbatas
Menperin Saleh Husin -- FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengakui, penyaluran kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada sektor industri saat ini masih terbatas. Hal ini membuat pertumbuhan sektor industri di Indonesia terus lesu dan mengakibatkan laju perekonomian rendah.

"Sejauh ini tercatat hanya rata-rata sekitar 11 persen dari total kredit UMKM, sementara untuk sektor perdagangan mencapai lebih dari 50 persen," kata Saleh, dalam Seminar Nasional Pembiayaan Investasi di Bidang Industri 2015, di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Ia menjelaskan, selama kurun waktu enam tahun, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor industri juga masih terbilang rendah. Hal ini berbeda jauh dibandingkan dengan sektor perdagangan di mana penyaluran KUR mencapai hingga 56,56 persen.

"Sejak 2008 hingga Febuari 2013, realisasi penyaluran KUR untuk sektor industri hanya sebesar 2,65 persen dari total KUR yang disalurkan. Sementara sektor perdagangan memperoleh sekitar 56,56 persen," ungkap Saleh.

Maka itu, aku Saleh, pemerintah saat ini sedang menggodok untuk membentuk lembaga pembiayaan khusus sektor industri. Hal ini dilakukan agar pelaku sektor industri bergairah dengan dana pinjaman yang memiliki bunga yang rendah serta jangka waktu tenor yang lama.

"Salah satu kan kita tahu bunga bank di Indonesia dibanding negara ASEAN itu jauh lebih tinggi dan membuat industri kita tidak kompetitif. Maka itu ini harus bisa kita wadahi. Rumusan yang baik tentu akan kita koordinasi dengan OJK atau instansi lainnya sehingga akan sesuai dengan keinginan pelaku usaha," pungkas Saleh.


(AHL)