MUI Jawa Barat Imbau Umat Islam Tak Terpancing Anarkis Terkait Karikatur Nabi

Roni Kurniawan    •    Selasa, 05 May 2015 22:17 WIB
penistaan agama
MUI Jawa Barat Imbau Umat Islam Tak Terpancing Anarkis Terkait Karikatur Nabi
Foto: Pengunjuk rasa mengutuk keras pembuat dan penyelenggara lomba karikatur Nabi Muhammad/Ant_Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Bandung: Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, HM Rafani Akhyar mengimbau umat Islam di Indonesia tidak terpancing bertindak anarki terkait lomba karikatur Nabi Muhammad yang digelar organisasi kebebasan berbicara, American Freedom Defense Initiative (AFDI). Menurutnya lebih baik kecaman itu disuarakan secara damai.

"Untuk mengekspresikan boleh-boleh saja. Kita malah harus bereaksi. Dalam bentuk menyampaikan aspirasi, mau ke DPR, DPRD, Gubernur, asal jangan anarkis," kata Rafani di kantor MUI, Jalan RE Martadinata, Nomor 105, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5/2015).

Lomba dan pameran seni itu digelar di Texas beberapa hari lalu. Lomba itu menawarkan hadiah 10 ribu dolar Amerika Serikat. Seniman Bosch Fawstin memenangkan perlombaan dengan gambar Nabi menghunus pedang sambil meneriakkan "Anda tidak bisa menggambar saya." Rafani pun mengajak umat Islam tidak hanya diam terkait pelecehan itu.

"Kita jangan tinggal diam. Nanti orang akan mempertanyakan kalau kita diam. Agama itu harus diperjuangkan, tapi caranya jangan anarkis," ujarnya.

MUI Jawa Barat mengecam lomba karikatur Nabi Muhammad itu. MUI menilai lomba itu merupakan penghinaan terhadap umat Islam. Sekalipun berdalih kebebasan berbicara, tindakan itu tak dapat diterima.

"Ini bukan persoalan kita demokrasi atau tidak demokrasi. Kita sudah cukup baik demokrasinya. Ini untuk menjamin keberlangsungan demokrasi yang baik. Demokrasi tanpa koridor berarti chaos. Dalam agama, kebebasan dijamin tapi ada koridornya. Termasuk koridor hukum," pungkasnya.
 


(TTD)