Ini Penjelasan ESDM Terkait Ledakan Pipa Gas Pangalengan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 May 2015 08:25 WIB
longsor
Ini Penjelasan ESDM Terkait Ledakan Pipa Gas Pangalengan
Ilustrasi longsor. FOTO: MI/ABDUS

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Panas Bumi memberikan penjelasan mengenai ledakan pipa gas di Kampung Cibitung, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Selasa, 5 Mei siang. Ledakan itu terjadi karena instalasi pipa tergeser akibat longsor.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM Saleh Abdurahman dalam keterangannya mengatakan, berdasarkan informasi Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, tanah longsor besar terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di atas instalasi pipa dan menyebabkan pipa bergeser serta tertimbun sehingga putus.

"Tanah longsor besar menyebabkan pipa bergeser serta tertimbun sehingga putus. Akibatnya, uap yang keluar dari pipa tersebut ikut tertimbun sehingga lama-lama seperti ledakan," kata Saleh, di Jakarta, Selasa (5/5/2015) malam.

Menurutnya, dari informasi yang didapat terdapat korban jiwa berjumlah satu orang dan beberapa orang terluka akibat terkena longsoran ini namun bukan karena ledakan pipa. Lebih lanjut, Ia mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan yang terus menerus di hulu/bagian atas pipa yang kondisi tanahnya kritis/labil akibat aktivitas pertanian (seperti penanaman kentang).

"Karena yang terkena longsor adalah pipa yang menuju lokasi pembangkit, maka operasi Star Energy unit 1 dan 2 dihentikan secara total. Unit satu 110 megawatt (mw) dan unit dua 117 mw, sehingga total 227 mw," tutup dia.


(AHL)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

45 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA