Kilang RFCC Pertamina Dioperasikan, Impor BBM Berkurang

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 06 May 2015 09:59 WIB
pertamina
Kilang RFCC Pertamina Dioperasikan, Impor BBM Berkurang
Kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina di Cilacap. FOTO: MI/LILIEK DHARMAWAN

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) sedikit demi sedikit mulai mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Perusahaan migas pelat merah ini pun akan mulai mengoperasikan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) tahap I pada Juli 2015.

"Kilang ini mampu memproduksi bahan bakar gasoline setara RON 92 atau pertamax," kata Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/5/2015) malam.

Rachmad menjelaskan, kilang tersebut nantinya diharapkan mampu beroperasi dengan kapasitas maksimal pada Agustus 2015. Adapun pengoperasian RFCC yang berlokasi di Cilacap ini sekaligus mampu meningkatkan kapasitas produksi BBM RON 92 di unit pengolahan minyak mentah Cilacap dan mengurangi impor HOMC (BBM berkadar RON tinggi).

"Selain itu kilang RFCC bisa meningkatkan produksi elpiji nasional, menambah produk bahan bakar minyak serta meningkatkan marjin kilang," ujarnya.

Sekadar informasi, kapasitas kilang RFCC saat ini masing-masing untuk pertamax 62.000 barel per hari (bph), elpiji 10 ribu bph elpiji, dan propylene empat-lima ribu bph. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas kilang Pertamina di Unit Refinery IV Cilacap akan naik dari 350 ribu bph menjadi 412 ribu Bph.

Seperti diketahui, pemasangan tiang pancang pertama (groundbreaking) proyek RFCC dilakukan pada November 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan nilai investasi USD1,4 miliar. (Antara)


(AHL)