Sebagian Korban Longsor Pangalengan di RS Al-Ikhsan Sudah Pulang

Jaenal Mutakin    •    Rabu, 06 May 2015 10:17 WIB
longsor
Sebagian Korban Longsor Pangalengan di RS Al-Ikhsan Sudah Pulang
Sebagian korban longsor di Kampung Cibitung, Kecamatan Pangalengan, yang dirawat di Rumah Sakit Al-Ikhsan, Balaendah, Jawa Barat, sudah diperbolehkan pulang. Foto: Jaenal Mutakin

Metrotvnews.com, Bandung: Sebagian korban longsor di Kampung Cibitung, Kecamatan Pangalengan, yang dirawat di Rumah Sakit Al-Ikhsan, Balaendah, Jawa Barat, sudah diperbolehkan pulang. Ada enam orang yang boleh pulang setelah mendapatkan pertolongan pertama.

Mereka adalah korban dengan luka ringan. Korban luka ringan boleh pulang sejak Selasa (5/5/2015) malam.

"Pasien datang sekitar pukul 19.00 WIB, langsung masuk ruang IGD, setelah mendapatkan tindakan pertama, pasien di rawat di ruang A'Sal-Zumar, sebagian ada yang patah tulang dan terkena percikan Batu," kata dokter piket yang menangani korban, Rijal, di Ruang A'Sal-Zumar, RS Al-Ikhsan, Balaendah, Kabupaten Bandung, Rabu (6/5/2015).

Menurut dia, korban yang mengalami luka berat masih memerlukan perawatan intensif. Ada sekitar empat orang. "Kita masih harus melakukan Beberapa pengecekan lagi, kita menunggu perkembangannya, apa bisa pulang hari ini atau tetap dirawat," ujar dia.

Petugas pendaftaran IGD RS Al-Ikhsan, Agus, membenarkan ada 10 korban longsor di Pangalengan yang dievakuasi ke rumah sakit tersebut.

10 pasien yang dirujuk ke RS itu adalah:

1. Haer, 65 tahun, luka ringan.
2. Iyep Ruhiyat, 54 tahun, luka ringan.
3. Dede, 49 tahun, luka ringan.
4. Rislian, 4 tahun, luka ringan.
5. Dayu Wahyu, 6 tahun, luka ringan.
6. Ican Solihat, 30 tahun, luka ringan.
7. Yosep, 6 tahun, luka berat.
8. Dati, 68 tahun, luka berat.
9. Rukman, 40 tahun, luka berat.
10.Rukanda, 36 tahun, luka berat.

 


(BOB)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA