Nasib APTB Ditentukan Minggu Ini

Wanda Indana    •    Rabu, 06 May 2015 10:41 WIB
transjakarta
Nasib APTB Ditentukan Minggu Ini
Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). (Foto: MI/Immanuel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nasib operasional Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB)di Ibu Kota ditentukan minggu ini. Jika mereka tetap tidak mau bergabung dengan pemerintah dibawah PT TransJakarta, mereka dilarang beroperasi di Ibu Kota.
 
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Emmanuel Kristanto mengatakan, hingga hari ini tidak ada kesepakatan antara Dishubtrans dengan operator APTB terkait penerapan tarif per kilometer.
 
Pihaknya sudah memberikan dua opsi kepada operator. Pertama, pemberian izin mengakses jalur busway dengan sistem rupiah per kilometer. Kedua, APTB hanya dapat beroperasi di perbatasan Ibu Kota.
 
"Mereka (operator) memilih opsi kedua, jadi beroperasi sampai perbatasan saja. Itu berdasarkan kesepakatan terakhir," kata Emmanuel saat dihubungi, Rabu (6/5/2015).
 
Emmanuel mengatakan alasan operator tidak menyepakati sistem Rupiah per kilometer karena merasa akan dirugikan. Pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan operator membahas persiapan penerapan sistem rupiah per kilo meter. Selain itu, pertemuan untuk membahas jalur APTB di perbatasan.
 
"Minggu ini ditentukan. Kami sudah sepakat mereka hanya beropersai di pinggir. Minggu ini juga di bahas jalurnya akan seperti apa. Kami sedangn survei," ujarnya.
 
Pada kesempatan berbeda, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersikeras tidak akan menyanggupi permintaan operator yang meminta dibayar Rp 16 - Rp18 ribu per kilo meter. Pemprov DKI hanya bersedia membayar Rp12-Rp 15 ribu.
 
"Kalau mereka tidak mau masuk dalam TransJakarta, mereka hanya beroperasi di ujung, gak boleh masuk Ibu Kota, apalagi gunakan jalur Transjakarta," tegas Ahok.
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, operator akan rugi jika tidak bergabung. Sebab, Pemprov DKI akan melakukan ekspansi jalur TransJakarta ke daerah perbatasan.
 
"Jangan salahkan kalau kami perluas jaringan hingga ke tempat anda. Kami akan kerja sama dengan Tangerang dan Bekasi. Masyarakat cukup bayar Rp 3.500 bisa keliling kota, mereka akan pilih kami. Operator itu akan rugi kehilangan penumpang," tegasnya.
 
Ia menegaskan, Pemprov DKI akan menggaji sopir 2,5 - 3,5 kali UMP atau sekitar Rp 7 juta per bulan. Selain itu, operator yang bergabung akan diberikan bus baru dengan fasilitas kredit. “Siapa yang berani kasih gaji sopir besar ditambah tunjangan kesehatan, mereka (operator) harus hati-hati kehilangan sopir, semua pasti pindah ke kami," ujar Ahok.


(FZN)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

12 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA