Empat Korban Longsor Pangalengan Ditemukan Tewas

Media Indonesia    •    Rabu, 06 May 2015 10:53 WIB
longsor
Empat Korban Longsor Pangalengan Ditemukan Tewas
Ilustrasi: Antara/Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Bandung: Pencarian korban longsor di RW 15 Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus dilakukan. Rabu (6/5/2015) pagi, sudah empat korban ditemukan tewas.

Keempat korban adalah Iran (laki-laki), 55 tahun; Dating, perempuan, 60 tahun; Pardi, laki-laki, 70 tahun; dan Naela, perempuan, 1,5 tahun.

"Sementara, satu orang luka berat (Rukman) dirawat di RS Al Iksan, sedangkan 8 orang luka ringan sudah pulang," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesan singkatnya, Rabu.

Menurut dia, sembilan orang masih tertimbun longsor. Tim SAR masih mencari korban yang hilang tersebut.

Sebelumnya, tebing di kampung tersebut longsor pukul 14.38 WIB, Selasa (5/5/2014). Sebanyak 123 orang mengungsi di balai desa setempat dan di rumah saudaranya. Mereka takut adanya longsor susulan. Kerugian material lain adalah 8 rumah tertimbun longsor dan pipa gas putus.

Gejala longsor ini sesungguhnya sudah diperiksa oleh Tim Gerakan Tanah, PVMBG, Badan Geologi, pada 2 Mei atas permintaan BPBD Kabupaten Bandung. Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik cukup tebal.

Terlihat retakan dan nendatan sedalam 2,5 meter, sepanjang 500 meter. Longsoran mengancam satu kampung yang terdiri dari 52 KK (200 jiwa) dan mengancam pipa panas bumi Star Energy sepanjang 500 m.

PVMBG merekomendasikan agar Star Energy memindahkan jalur pipa karena gerakan tanah terus berlangsung. BPBD juga direkomendasikan untuk mengevakuasi penduduk kampung, mengingat hujan masih berlangsung.

"Kejadian longsor seringkali ada ketidakpastian. Meskipun sudah ada retakan dan rayapan, tidak seketika langsung terjadi longsor. Seringkali butuh waktu yang lama untuk terjadi longsor. Hal inilah yang sering menyebabkan masyarakat tidak mau dievakuasi karena tidak yakin dengan ancamannya dan alasan faktor-faktor sosial dan ekonominya," kata dia. (Sugeng)


(BOB)

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

2 hours Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara deklarasi …

BERITA LAINNYA