Bidik Inflasi di Kisaran 2%, Pemerintah Libatkan Daerah

Mufti Sholih    •    Rabu, 06 May 2015 12:55 WIB
inflasi
Bidik Inflasi di Kisaran 2%, Pemerintah Libatkan Daerah
Ilustrasi. Antara/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pemerintah tengah membidik angka inflasi nasional di kisaran dua hingga tiga persen pada tahun-tahun mendatang. Hal itu, menurut Bambang akan bisa tercapai dengan melibatkan pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi.

"Selama ini inflasi kita susah dibawah lima persen. Tetangga kita Filipina dan Singapura sudah dua hingga tiga persen. Kita sedang menuju ke sana," kata Bambang usai bertemu Presiden Joko Widodo di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2015).

Untuk menuju ke tahap itu, kata Bambang, stabilitas harga komoditas pokok seperti beras dan sebagainya harus dijaga. Peran ini, kata dia, bisa dilakukan pemerintah daerah dengan aktif mengendalikan stabilitas harga.

"Sekarang ini, seolah-olah yang namanya operasi pasar hanya tugas pemerintah pusat khususnya Perum Bulog. Padahal pemda bisa melakukan operasi pasar. Kalau dirasakan tiap daerah beda-beda, ada yang harga beras (jadi isu) sensitif, ada harga gula sensitif, daerah harusnya lebih cepat menstabilkan harga," tutur dia.

Apalagi, kata dia, pemda juga bisa mengendalikan tarif angkutan yang juga menjadi pemicu inflasi. Sehingga, peran pemda dalam menekan laju inflasi menjadi dua hingga tiga persen bisa tercapai.

"Jadi sangat banyak yang bisa dilakukan pemda tekait inflasi," tukas dia.

Sekadar catatan, beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pada April terjadi inflasi sebesar 0,36 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya, dan juga berbeda jika dibanding tren pada tahun-tahun sebelumnya dimana April merupakan bulan deflasi.

Secara tahunan atau year on year (yoy) inflasinya sebesar 6,79 persen. Sementara untuk inflasi komponen inti mengalami inflasi 0,26 persen, dan inflasi inti secara yoy terhitung 5,4 persen.

Adapun, asumsi makro dalam APBN-P 2015 yang disetujui dalam UU APBN P 2015 beberapa waktu lalu antara lain, pertumbuhan ekonomi 5,7 persen, laju inflasi 5,0 persen dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp12.500. Selain itu, tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 6,2 persen, harga ICP minyak mentah Indonesia USD60 per barel, lifting minyak 825.000 barel per hari, dan lifting gas 1.221.000 barel setara minyak per hari.


(WID)