Dukung Sejuta Rumah, Bank BTN Permudah Urusan KPR

Dimas Prasetyaning    •    Rabu, 06 May 2015 12:56 WIB
perumahan
Dukung Sejuta Rumah, Bank BTN Permudah Urusan KPR
Dirut Bank BTN Maryono (dua dari kiri) bersama Presiden Jokowi, Gubernur Ganjar Pranowo dan para menteri dalam pencanangan progam 1 Juta Rumah.

Metrotvnews.com, Semarang: Pemerintah mencanangkan program nasional 1 juta rumah tinggal. Bank BTN yang bisnis intinya adalah pembiayaan perumahaan, memastikan kesiapannya mendukung program penyediaan rumah murah yang layak huni bagi kelompok masyarakat berpenghasilan pas-pasan ini.

"Kami telah menyiapkan 5 SIAP untuk mendukung program sejuta rumah ini terealisasi dengan baik dan lebih cepat," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono, dalam peletakan batu pertama program sejuta rumah oleh Presiden Jokowi di Ungaran, Semarang, Rabu (29/4/2015).

Kesiapan Bank BTN ini untuk pembiayaan rumah secara murah, mudah, cepat dan aman itu terdiri dari lima langkah internal korporat. Yaitu peningkatan sumber daya manusia, teknologi, proses bisnis, pendanaan dan pasokan rumah. 

Khusus untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM terutama kepada bagian proses kredit. Baik itu subsidi maupun non subsidi meliputi tenaga analis, loan marketing, loan service dan loan administration. 

Peningkatkan kapasitas Teknologi Informasi melalui system aplikasi kredit yang terintegrasi. Bank BTN juga sudah melakukan percepatan pelayanan dan proses kredit secara fokus, baik untuk KPR subsidi maupun KPR non subsidi. 

"Termasuk dalam hal ini menambah jaringan pelayanan dan proses kredit melalui Griya KPR BTN yang menjadi kepanjangan tangan kantor layanan Bank BTN di daerah-daerah," jelas Maryono.

Untuk urusan pendanaan kredit perumahan, Bank BTN menyiapkan alternatif sumber dana pendamping. Walau dari pemerintah dialokasikan dana khusus, namun tetap perlu diantisipasi bila terjadi lonjakan permintaan rumah yang tentu membutuhkan dukungan dana tambahan.

Alternatif sebagai dana pendamping perseroan Bank BTN sediakan dengan menerbitkan obligasi, NCD dan pinjaman ke lembaga internasional serta sekuritisasi asset. Seluruh aksi korporasi tersebut akan dieksekusi pada tahun ini juga.

Demikian juga untuk penyediaan rumah murah layak huni di lapangan. Menjawab tingginya permintaan masyarakat, Bank BTN menjalin kerjasama dengan lebih dari tiga ribu pengembang perumahan seluruh Indonesia untuk penyediaan 600 ribu unit rumah per tahun.

"Kebutuhan perumahan mencapai 500 ribu unit per tahun. Sementara total pasokan rumah baru saat ini berkisar 400 ribu unit per tahun," ungkap Maryono.

Sedangkan produk KPR-nya, Bank BTN membuat inovasi dengan meluncurkan program uang muka 1 persen untuk pembelian rumah susun milik (rusunami). Program yang efektif berlaku sejak Maret 2015 bertujuan memudahkan akses masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tempat tinggal yang manusiawi dan layak huni.

Inovasi lainnya adalah menurunkan suku bunga KPR Sejahtera FLPP dari 7,25 persen menjadi 5% persen. Poses pengurusan kredit hingga persetujuan KPR pun dipangkas menjadi hanya tiga hari. Dengan suku bunga KPR Sejahtera FLPP yang rendah dan cicilan tetap hingga 20 tahun, masyarakat berpenghasilan rendah juga mendapat perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran. 

 


(LHE)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

19 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA