Polri Periksa 3 Saksi Kasus TPPI-SKK Migas

Githa Farahdina    •    Rabu, 06 May 2015 13:49 WIB
korupsi skk migas
Polri Periksa 3 Saksi Kasus TPPI-SKK Migas
Personel Brimob berjaga-jaga saat penyidik Bareskrim menggeledah Kantor SKK Migas di Wisma Mulia, Jakarta, Selasa (5/5).-- MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim Polri hari ini langsung memeriksa tiga saksi kasus dugaan penjualan kondensat bagian negara oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) pada 2009-2010.

Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan setelah kemarin hingga pagi tadi penyidik Bareskrim menggeledah kantor SKK Migas dan TPPI. Penggeledahan dilakukan berdasarkan surat penetapan Pengadilan Negeri Jaksel dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Masih periksa saksi, kumpulkan barang bukti. Kalau dari surat-surat, banyak yang disita. Sementara saksi beberapa kita periksa, hari ini tiga saksi diperiksa," kata Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

Budi belum mau terburu-buru bicara soal tersangka dalam kasus ini. Ia juga ogah membuka siapa saksi yang diperiksa hari ini. "Ya ada lah saksinya. Saksi berkaitan sama masalah itu," tambahnya.

Penyidik, tambah Budi, segera memeriksa dan mengonfirmasi antara saksi dan barang bukti. Saat ini pihak kepolisian belum bisa menafsirkan dengan pasti berapa jumlah kerugian negara. Polri akan menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terkait kerugian negara.

"Kita belum tahu persis," tambahnya.

Penjualan kondensat dari SKK Migas ke TPP disebut-sebut menyalahi aturan hukum. SKK Migas diduga tak menjalankan proses sesuai Peraturan BP Migas. Ancaman hukuman dari kelalaian ini mencapai 20 tahun penjara.

Walaupun audit BPK belum keluar, kerugian yang ditimbulkan dari kasus ini diperkirakan mencapai 152 dollar AS atau sekitar Rp2 triliun.
 


(UWA)