JK Sebut RI Masih Butuh Kirim Tenaga Kerja ke Luar Negeri

Dheri Agriesta    •    Rabu, 06 May 2015 14:55 WIB
tki
JK Sebut RI Masih Butuh Kirim Tenaga Kerja ke Luar Negeri
Wapres Jusuf Kalla -- FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana pemberhentian penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Indonesia dinilai masih butuh lapangan kerja di luar negeri untuk TKI.

Pemberhentian pengiriman TKI baru akan dilakukan dua atau tiga tahun ke depan. Sebab, kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum memungkinkan menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat.

"Kalau ekonomi kita seperti begini tentu masih dibutuhkan lapangan kerja di luar. Tapi kalau tujuh persen (pertumbuhan ekonomi), maka industri tumbuh. Industri kreatif seperti ini terus tumbuh maka lapangan kerja terbuka," kata JK, di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

JK menyebut, pemberhentian TKI hanya akan dilakukan untuk tenaga kerja nonformal seperti pekerja rumah tangga. Sedangkan untuk pekerja dalam bidang formal tak akan dihentikan, pekerja dalam bidang ini akan terus didorong.

"Tapi TKI yang bekerja dalam hal formal tentu didorong, yang ingin dihentikan itu pekerja yang bekerja sebagai PRT. Itu nantinya. kalau yang lain tidak, didorong lah," pungkas pria asal Makassar itu.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri memutuskan untuk menghentikan penempatan TKI rumah tangga ke Timur Tengah, sudah pasti akan menambah jumlah pengangguran di daerah sentra TKI. Sebagai antisipasinya, pemerintah memperkuat Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak tenaga kerja terampil bahkan wirausahawan baru.

"Kita perkuat instrumen calon TKI agar memiliki keterampilan yang memadai," kata Menaker Hanif Dhakiri melalui surat elektronik, beberapa waktu lalu.


(AHL)