Presdir Star Energy Geothermal Bantah Longsor di Pangalengan Akibat Ledakan

Iwan Gumilar, Roni Kurniawan    •    Rabu, 06 May 2015 15:14 WIB
longsor
Presdir Star Energy Geothermal Bantah Longsor di Pangalengan Akibat Ledakan
Foto: Suasana di Pangalengan setelah ledakan pipa gas/dok_istimewa

Metrotvnews.com, Bandung: Presiden Direktur Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd, Rudy Suparman angkat bicara terkait longsor dan ledakan pipa gas di Dusun Cibitung (Gunung Bedil), Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5/2015), pukul 14.30 WIB. Rudy mengatakan longsor yang menyebabkan pipa gas meledak.

Menurut Rudy, tanah longsor muncul akibat penggundulan hutan yang masif dan tingginya curah hujan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Tanah longsor itu menimbun pipa saluran geothermal milik Star Energy Geothermal sehingga rusak dan terputusnya pipa produksi perusahaan. Uap pada pipa yang terputus menimbulkan ledakan sehingga power plant Star Energy berhenti beroperasi.  

"Saat tanah longsor terjadi, pipa seperti digunting dan langsung mengeluarkan material uap panas dalam jumlah besar. Sehingga terdengar seperti bunyi ledakan. Tekanan begitu tinggi," kata Rudy Suparman dalam siaran pers, Rabu (6/5/2015).

Akibat longsor dan ledakan pipa itu, empat orang tewas dan sejumlah orang lainnya terluka. Star Energy Geothermal pun mengaku mengalami kerugian. Rudy berjanji akan berkomitmen membantu korban. Di antaranya memfasilitasi upaya evakuasi korban longsor.

Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan kepada Star Energy Geothermal memindahkan jalur pipa. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan longsor mengancam satu kampung yang terdiri dari 52 kepala keluarga atau 200 jiwa dan mengancam pipa panas bumi Star Energy Geothermal sepanjang 500 meter.

"Rekomendasi telah disampaikan kepada pengelola proyek geothermal Star Energy untuk memindahkan jalur pipa karena gerakan tanah terus berlangsung. Dan kepada BPBD untuk melakukan evakuasi penduduk kampung mengingat curah hujan masih berlangsung," kata Sutopo.

"Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik cukup tebal. Terlihat retakan dan nendatan sedalam 2,5 meter, sepanjang 500 meter," kata dia.


(TTD)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

13 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA