Kementerian ESDM Sebut Longsor di Pangalengan Bukan Akibat Ledakan

Iwan Gumilar    •    Rabu, 06 May 2015 15:36 WIB
longsor
Kementerian ESDM Sebut Longsor di Pangalengan Bukan Akibat Ledakan
Foto: Suasana di Pangalengan setelah ledakan pipa gas/dok_istimewa

Metrotvnews.com, Bandung: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi peristiwa ledakan dan longsor dan ledakan pipa gas di Dusun Cibitung (Gunung Bedil), Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5/2015) kemarin. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Rida Mulyana menilai longsor itu bukan akibat ledakan pipa gas milik Star Energy Geothermal.

"Kejadian tersebut awalnya bukan karena pipa panas buminya, tapi karena longsor. Kalau tidak diluruskan ini dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan masyarakat di lokasi PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi). Padahal pemerintah sedang dorong pemanfaatan panas bumi untuk listrik," kata Rida Mulyana melalui siaran pers, Rabu (6/5/2015).

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Saleh Abdurahman. Saleh mengatakan tanah longsor yang menimbun pipa panas bumi menyebabkan pipa bergeser sehingga menimbulkan ledakan.

"Berdasarkan informasi, tanah longsor besar terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di atas instalasi pipa panas bumi dan menyebabkan pipa bergeser serta tertimbun sehingga putus. Akibatnya, uap yang keluar dari pipa tersebut ikut tertimbun sehingga lama-lama seperti ledakan. Bukan pipa minyak atau pipa gas yang meledak," kata Saleh Abdurahman.

Akibat longsor dan ledakan pipa itu, empat orang tewas dan sejumlah orang lainnya terluka. Hingga saat ini tim search and rescue (SAR) berusaha mengevakuasi korban dari timbunan tanah longsor. Pihak Star Energy Geothermal pun berjanji akan membantu korban.


(TTD)