9 Rekomendasi Tim Sembilan untuk Sepak Bola Indonesia

Krisna Octavianus    •    Rabu, 06 May 2015 15:51 WIB
pssipssi dibekukan
9 Rekomendasi Tim Sembilan untuk Sepak Bola Indonesia
Deputy V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S. Dewa Broto yang juga mencakup sebagai anggota Tim Sembilan memberikan rekomendasi di akhir masa kerja Tim Sembilan (Foto: MTVN/Krista Ovctavianus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah kurang lebih empat bulan bertugas untuk mengamati persepakbolaan nasional, Tim Sembilan akhirnya mengeluarkan rekomendasi. Sesuai namanya, ada sembilan rekomendasi yang dikeluarkan Tim Sembilan.

Rekomendasi itu dikeluarkan bertepatan dengan berakhirnya masa tugas mereka, hari ini, Rabu 6 Mei di Kantor Kemenpora, Senaya Jakarta. Dipimpin oleh Oegroseno, Tim Sembilan mengeluarkan rekomendasi mereka.

Beberapa poin penting rekomendasi yang dikeluarkan Tim Sembilan mengacu pada Undang-undang Olah Raga Nasional, statuta PSSI, dan statuta FIFA. Mereka keluarkan rekomendasi berhubungan mengenai kompetisi, pengaturan skor, Kemenpora, dan BOPI.

Berikut 9 rekomendasi Tim Sembilan:

1. Mendorong Kemenpora melakukan MoU dengan Kapolri terkait perizinan kegiatan keolahragaan, memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam pemberian rekomendasi dan perizinan, dan memperkecil kemungkinan adanya kesalahpahaman antara pihak-pihak terkait dalam pemberian rekomendasi dan perizinan.

2. Mendorong Kemenpora menyusun MoU dengan Kepala PPATK dengan tujuan untuk mempermudah Menpora selaku Menteri yang bertanggung jawab bidang keolahragaan sesuai yang diatur Undang-undang No. 3 Tahun 2005 tentang keolahragaan untuk memperoleh kejelasan terhadap kegiatan keolahragaan tertentu yang diduga memiliki muatan persoalan hukum dalam transfer keuangannya.

3. Mendorong Kemenpora dan BOPI untuk bersama-saam Badan Intelkam Mabes Polri, Ditjen Imigrasi, serta Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja untuk mengupayakan One stop service.

4. Mendorong Kemenpora untuk memprioritaskan keberadaan Penyidik PNS (PPNS).

5. Merekomendasikan kepada Menpora melalui BOPI untuk menunda dan/atau ISL 2015 sampai dipenuhinya persyaratan standar pengelolaan organisasi dan standar penyelenggaraan kejuaraan sesuai UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan peraturan pelaksanaan lainnya serta ketentuan federasi internasional.

6. Pemerintah harus mendorong PSSI untuk membuka peluang secara objektif melalui fit and proper test pada berbagai pihak tertentu yang berpeluang memimpin PSSI sebelum proses pemilihan yang terbuka sejauh itu sesuai dengan statuta FIFA.

7. Kemenpora melakukan monitoring kepada BOPI mengingat "godaan" sangat tinggi.

8. Mempertimbangkan untuk menjadikan sejumlah catatan kritis terhadap beberapa regulasi FIFA, AFC, dan PSSI bagi perbaikan tata kelola persepakbolaan nasional di masa depan.

9. Khusus mengenai pengaturan skor, Tim Sembilan mendorong Kemenpora untuk menindaklanjuti secara objektif karena akan berdampak signifikan bagi profesionalisme pengelolaan sepak bola nasional sebagaimana diatur dalam salah satu tujuan FIFA.


(ACF)