Pengamat: Pelemahan Rupiah Disebabkan Faktor Sentimen

Antara    •    Rabu, 06 May 2015 16:01 WIB
rupiah
Pengamat: Pelemahan Rupiah Disebabkan Faktor Sentimen
Tony A Prasetiantono (Foto: MI/SUSANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Tony A Prasetiantono menilai pelemahan nilai rupiah yang masih terus terjadi lebih disebabkan faktor sentimen bukan hanya faktor teknis ekonomi itu sendiri.

"Rupiah undervalue (di bawah level fundamental) bukan pada technical atau fundamental ekonominya, tapi pada sentimen. Jadi rupiah level segitu (Rp13.000) sudah tercampur sentimen," kata Tony, di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Berdasarkan data kurs referensi JISDOR, nilai tukar rupiah pada Rabu 6 Mei berada di level Rp13.040 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp12.993 per dolar AS.

Menurut Tony, nilai tukar rupiah idealnya saat ini yakni di kisaran Rp12.500 per dolar AS, namun level tersebut belum tercapai karena masih ada sentimen di mana terjadi penurunan kepercayaan terhadap pemerintah. Pemerintahan Jokowi dianggap masih memiliki banyak masalah nonekonomi, masalah kepemimpinan serta masalah kecepatan dalam mengambil keputusan.

"Karena persepsi kita dulu kan Jokowi punya banyak keleluasaan, kemampuan untuk handle banyak hal, tapi ternyata juga dirongrong oleh banyak masalah-masalah nonteknis, terutama masalah KPK. Itu  betul-betul mengganggu," kata Tony.

Tony menilai, KPK merupakan aset besar yang dapat membuat investor atau pelaku pasar yakin bahwa Indonesia berada di jalur yang benar khususnya dalam masalah penegakan hukum sehingga bisnis juga tidak terganggu oleh masalah korupsi.

"Itu kan positif ya, tapi begitu KPK jadi lemah, kita lemah juga dan harapan menjadi menurun. Itu menurut saya mengapa rupiah masih melemah. Harus kita akui ini sudah masuk faktor sentimen, tidak semata-mata faktor fundamental," pungkas Tony.


(ABD)

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

Agus Pasrahkan Solusi soal Banjir ke Tim

43 minutes Ago

Agus menegaskan tidak bisa menjelaskan masalah teknis lebih detail. Karena hal itu, lanjut Agus…

BERITA LAINNYA